Archive for the ‘Auditing’ Category


AUDIT PERUSAHAAN DAGANG DAN MANUFAKTUR

 

AUDIT PERUSAHAAN DAGANG

A.    Ruang Lingkup

  1. Audit yang dilakukan adalah audit atas laporan keuangan yang terdiri atas Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan,
  2. Audit yang dilakukan juga menelaah struktur pengendalian internal, mengidentifikasi kelemahan dan masalah yang timbul dalam pelaksanaan pengendalian internal tersebut, serta menyampaikan rekomendasi perbaikannya,
  3. Audit yang dilakukan disesuaikan dengan standar audit yang ditetapkan oleh Institusi Akuntan Indonesia,
  4. Audit yang dilakukan meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian, bukti yang mendukung jumlah-jumlah yang tercantum dalam laporan keuangan,
  5. Audit yang dilakukan merupakan penugasan atas audit Laporan Keuangan, sehingga auditor tidak menjamin ditemukannya kesalahan, ketidakberesan, atau kecurangan-kecurangan yang terjadi,
  6. Auditor bertanggung jawab atas opini yang diterbitkan,
  7. Penegasan tertulis dari manajemen perusahaan tentang asersi Laporan Keuangan dan informasi yang diberikan dalam hubungannya dengan Audit Laporan Keuangan

B. Perencanaan Audit dan Review Internal Control

1. Perencanaan Audit

Dalam menyusun perencanaan audit, tujuan yang ingin dicapai adalah untuk memperoleh pemahaman bisnis klien yang bergerak dalam usaha perdagangan dan pemahaman usaha perdagangan secara umum. Oleh karena itu, auditor harus memperoleh pemahaman yang luas mengenai:

a. Sifat dan karakteristik perusahaan dagang,

b. Jenis-jenis perjanjian bisnis yang dibuat, (more…)

Advertisements

PENGUJIAN SUBSTANSIF

Posted: 15 January 2013 in Auditing

PENGUJIAN SUBSTANSIF

A.    Pengujian Substantif atas Utang Usaha

Utang lancar memiliki karakteristik yang berbeda dengan karakteristik aktiva lancar, yang berdampak terhadap pengujian substantif atas utang lancar. Dalam menyajikan aktiva lancar, klien berkecenderungan umum untuk menyajikan aktiva tersebut lebih tinggi dari jumlah yang senyatanya. Di lain pihak, dalam menyajikan utang lancar, klien berkecenderungan umum untuk menyajikan utang tersebut lebih rendah dari jumlah yang senyatanya. Kecenderungan ini didorong oleh keinginan klien untuk menyajikan gambaran modal kerja perusahaan yang lebih baik. Oleh karena itu, pengujian substantif atas utang lancar ditujukan untuk menemukan adanya penyajian utang lancar yang lebih rendah dari jumlah yang seharusnya (understatement utang lancar), sedangkan pengujian substantif atas aktiva lancar ditujukan untuk menemukan adanya penyajian aktiva lancar yang lebih tinggi dari jumlah yang seharusnya (overstatement aktiva lancar).

Dalam menyajikan aktiva lancar klien menghadapi masalah penilaian unsur-unsur aktiva lancar per (more…)

RESIKO AUDIT

Posted: 15 January 2013 in Auditing

RESIKO AUDIT

A.    Pengertian Resiko Audit

Risiko Audit adalah istilah yang umum digunakan dalam kaitannya dengan audit atas laporan keuangan suatu entitas. The primary objective of such an audit is to provide an action to the opinion as to whether or not the financial statements under audit present fairly the financial position, profit/loss and cash flows of the entity. Audit risk is the risk of the auditor providing an inappropriate opinion on the financial statements, particularly when those financial statements contain a material misstatement.

Tujuan utama dari audit tersebut adalah untuk memberikan suatu tindakan untuk berpendapat, apakah atau tidak laporan keuangan yang diaudit menyajikan secara wajar keuntungan keuangan, posisi/ rugi dan arus kas entitas. Risiko Audit adalah risiko auditor memberikan pendapat yang tidak pantas atas laporan keuangan, terutama ketika laporan keuangan tersebut mengandung salah saji material. Of less concern is the situation where the auditor states that the financial statements do not meet the standard of fair presentation, when in fact they do.. Perhatian kurang adalah situasi di mana auditor menyatakan bahwa laporan keuangan tidak memenuhi standar penyajian secara wajar, padahal sebenarnya mereka lakukan

B.     Komponen dari formula risiko audit

1. Risiko Audit

Risiko audit diartikan sebagai tingkat ketidakpastian tertentu (more…)

METODOLOGI PENGUJIAN AUDIT

Posted: 14 January 2013 in Auditing

METODOLOGI PENGUJIAN AUDIT

A.    Penaksiran Resiko Pengendalian dan Pengujian Pengendalian

1. Pengertian Penaksiran Risiko Pengendalian

Penaksiran resiko pengendalian adalah proses evaluasi efektifitas desain dan operasi pengendalian intern entitas dalam rangka pencegahan atau pendeteksian salah saji material dalam laporan keuangan.

2. Pengujian Pengendalian

Pengujian Pengendalian adalah prosedur audit yang dilaksanakan untuk menentukan efektifitas desain dan/atau operasi pengendalian intern.

a. Pengujian Pengendalian Bersamaan (Concurrent Tests of Controls)

Pengujian pengendalian bersamaan dilaksanakan oleh auditor bersamaan waktunya dengan usha pemerolehan pemahaman atas pengendalian intern. Pengujian ini dilakukan oleh auditor, baik dalam strategi pendekatan terutama substantif maupun dalam pendekatan risiko pengendalian rendah.

b. Pengujian Pengendalian Tambahan atau Pengujian Pengendalian yang Direncanakan

Pengujian pengendalian dilakukan oleh auditor dalam pekerjaan lapangan. Pengujian pengendalian ini dapat memberikan bukti tentang penerapan semestinya kebijakan dan prosedur pengendalian secara konsisten sepanjang tahun yang diaudit.

c. Jenis Pengujian Pengendalian

Jenis pengujian pengendalian yang dapat dipilih (more…)


PEMAHAMAN SPI (SISTEM PENGENDALIAN INTERN)

 

A.    Posisi SPI dalam Standar Auditing

Standar Umum

Standar Pekerjaan Lapangan

Standar Pelaporan

Tentang:

  1. Kompetensi auditor
  2. Independensi auditor
  3. Pelaksanaan auditor secara cermat dan sseksama
Tentang:

  1. Perencanaan audit dan supervisi asisten auditor
  2. Pemahaman SPI dalam perencanaan audit, penentuan sifat, saat dan luas audit
  3. Kecukupan dan kompetensi bukti
Tentang:

  1. Kesesuaian laporan dengan SAK
  2. Konsistensi penerapan SAK
  3. Kecukupan pengungkapan
  4. Pendapat auditor

B.     Pengertian SPI

Sistem pengendalian intern merupakan suatu perencanaan yang meliputi struktur organisasi dan semua metode dan alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, mendorong efisiensi, dan membantu mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan.

C.    Tujuan SPI

Dari definisi di atas dapat kita lihat bahwa tujuan adanya pengendalian intern:

  1. Menjaga kekayaan organisasi. (more…)

PERENCANAAN AUDIT

Posted: 14 January 2013 in Auditing

PERENCANAAN AUDIT

A. PENILAIAN RESIKO.

Perencanaan audit harus disusun dengan mempertimbangkan resiko yang dihadapi organisasi yang akan diauditnya. Dalam hal ini, auditor internal harus memanfaatkan output dari hasil penilaian resiko dalam perancangan program audit. Oleh karena itu, auditor perlu memahami proses berikut alat yang digunakan dalam penilaian resiko tersebut.

Yang dimaksud dengan penilaian resiko adalah kegiatan identifikasi dan analisis terhadap resiko yang relevan dalam upaya pencapaian tujuan organisasi sebagai dasar untuk menentukan cara pengelolaan resiko tersebut. Penilaian resiko tersebut penting untuk dilakukan sebab kondisi perekonomian, industri, regulasi, dan operasional organisasi terus berubah, perubahan tersebut meliputi:

  1. Adanya regulasi yang baru pada bidang perpajakan, ketenaga-kerjaan, ekspor-import,
  2. Masuknya kompetitor baru ke industri dimana perusahaan berada,
  3. Kompetitor mengenalkan produk baru, dan
  4. Penggunaan teknologi baru.

Dalam kerangka pengendalian internal, (more…)

RUANG LINGKUP AUDITING

Posted: 14 January 2013 in Auditing

RUANG LINGKUP AUDITING

 

A. PENDAHULUAN

Suatu informasi yang tersedia bagi para pengambil keputusan ekonomi biasanya dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi. Informasi yang andal dan relevan diperlukan manakala manajer, investor, kreditor, dan badan regulasi lainnya inigin mengambil keputusan rasional menyangkut sumber daya. Kebutuhan akan informasi yang andal dan relevan tersebut menciptakan suatu permintaan akan jasa akuntansi dan auditing, sebab auditing memainkan peran dalam proses menyediakan laporan yang objektif dan independen atas keandalan informasi, sehingga dapat mengurangi resiko informasi yang diberikan tidak relevan dan tidak andal.

B. DEFINISI AUDITING

The American Accounting Association Committee on Basic Auditing Concepts mendefinisikan auditing sebagai proses sistematik (more…)