SYARAT-SYARAT UMUM PERKEMBANGAN EKONOMI (MAKALAH EKONOMI PEMBANGUNAN)

Posted: 15 May 2013 in Ekonomi Pembangunan

BAB I

PENDAHULUAN

 A.    LATAR BELAKANG

Perkembangan ekonomi memang menjadi pokok pembicaraan yang menarik, karena berbicara masalah ekonomi berarti membicarakan suatu Negara bahkan kehidupan kita sehari-hari tidak bisa terlepas dari kegiatan ekonomi. Maka dari itu Negara-negara di dunia berlomba-lomba untuk meningkatkan perekonomian di negaranya, tidak terkecuali Negara kita Indonesia. Dalam peningkatan perekonomian sudah pasti tidak akan terlepas dari suatu syarat-syarat umum yang harus dipenuhi guna perekonomian dapat berkembang dengan baik. Dalam mencapai syarat-syarat yang dibutuhkan guna menaikkan atau mengembangkan suatu perekonomian itu tidaklah semudah membalik telapak tangan, karena syarat-syarat ini sangatlah kompleks dan berkaitan satu dengan yang lain. Maka dari itu perlu adanya pemahaman tentang syarat-syarat perkembangan perekonomian agar perekonomian di suatu Negara khususnya Negara kita Indinesia dapat berkembang dengan baik, namun dalam kenyataannya masih banyak warga Negara kita bahkan pelaku kegiatan ekonomi itu sendiri yanmg belum mengetahui tentang syarat-syarat umum perkembangan perekonomian yang akhirnya mengakibatkan perekonomian kita belum mengalami perkembangan yang berarti.

B.     TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan kami menulis makalah dan mengangkat Tema mengenai “SYARAT-SYARAT UMUM PERKEMBANGAN EKONOMI” ini adalah guna memenuhi  tugas mata kuliah Ekonomi Pembangunan.

Manfaat penulisan makalah ini adalah untuk memperluas wawasan kami dan pembaca tentang bagaimana pembahasan Syarat-syarat umum perkembangan ekonomi.

 C.    RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah dalam penyusunan  makalah ini antara lain:

  1. Apa yang dimaksud Indegenousforces?
  2. Apa saja mobilitas faktor-faktor produksi itu?
  3. Bagaimana akumulasi kapital itu terjadi?
  4. Apa saja kriteria dan arah investasi itu?
  5. Bagaimaba hubungan antara penyerapan kapital dengan stabilitas?


BAB II

PEMBAHASAN

SYARAT-SYARAT UMUM PERKEMBANGAN EKONOMI

 

A.    INDEGENOUSFORCES (KEKUATAN DARI DALAM) UNTUK BERKEMBANG

Maksud kekuatan dari dalam adalah kekuatan yang ada dalam masyarakat sendiri untuk berkembang. Kekuatan ini sangat penting untuk terjadinya perkembangan. Selain kekuatan dari dalam ada juga kekuatan dari luar yang dapat mendorong dan memberikan fasilitas-fasilitas untuk berkembang. Tetapi kekuatan dari luar hanya merupakan pelengkap dan tidak dapat menggantikan kekuatan-kekuatan yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri. Lagipula bantuan luar negeri yang berupa investasi asing akan cenderung memanfaatkan modalnya kearah sumber-sumber alam untuk pasar dunia, dan belum tentu hal ini menguntungkan rakyat setempat. Jadi bantuan luar negeri belum tentu dapat menjamin terus berkembangnya perekonomian dan untuk menghindari hal-hal yang merugikan, prakarsa dan pengaturan lembaga-lembaga masyarakat untuk perkembangan harus tumbuh dari dalam masyarakat sendiri.

B.     MOBlLITAS FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI

Ketidaksempuranaan pasar ( market imperfection ) membatasi mobilitas faktor-faktor produksi dari penggunaan yang kurang produktif menuju penggunaan yang lebih produktif. Untuk itu market imperfection harus ditiadakan, sehingga faktor produksi dapat digunakan sepenuhnya. Caranya:

  1. Mengganti bentuk oragnisasi social dan ekonomi.
  2. Memberikan kesempatam-kesempatan untuk menaikkan produktivitas pada teknik yang ada.
  3. Peningkatan teknologi.
  4. Penjuakan produk dan pasar capital diperluas.
  5. Keadaan monopoli harus dikurangi.
  6. Kredit dipermudah bagi petani dan pedagang kecil.

Jadi harus ada pengarahan pada penggunaan semua sumber-sumber produksi secara efisien. Schulz dalam bukunya “ the rule of government in promoting economic growth“, mengatakan bahwa sebenarnya perkembangan ekonomi sedang berkembang tidak cukup hanya mengatasi kesukaran yang ada. Perkembangan ekonomi perlu menempatkan usaha-usaha dan capital dalam tiga bentuk:

  1. Meningkatkan jumlah barang capital.
  2. Memperbaiki kualitas penduduk sebagai produsen.
  3. Menambah tingkat usaha produktif.

Dengan dihilangkannya ketidaksempurnaan pasar maka perekonomian menjadi semakin luas. Alokasi sumber-sumber ekonomi makin efisien serta mendorong ekspor impor makin cepat dan luas. Jadi lingkungan kemiskinan tidak berujung pangkal dapat lebih mudah ditembus.

 C.    AKUMULASI KAPITAL

Akumulasi kapital adalah salah satu faktor penting untuk pertumbuhan ekonomi. akumulasi dapat berupa kenaikan volum tabungan yang diarahkan untuk tujuan-tujuan produktif. Selain membentuk lembaga-lembaga keuangan dan perluasan moneter dalam akumulasi capital juga dengan cara memperkirakan struktur pasar yang kuat agar dapat mempengaruhi mobilitas, alokasi kapital dan dapat menyalurkan tabungan ke investasi yang produktif.

Jadi dengan kata lain bahwa yang diperlukan untuk perkembangan ekonomi adalah juga pembentukan capital riil ( tidak dalam bentuk uang ) yang berupa gedung, pabrik, jalan, pelabuhan dan yang lainnya.

Untuk mengukur banyaknya capital yang dibutuhkan bagi perkembangan ekonomi perlu memperhatikan hal sebagai berikut:

  1. perkiraan tambahan penduduk.
  2. target kenaikan pendapatan riil per kapital.
  3. angka rasio pertambahan antara investasi dan output ( ICOR ).

Intinya jika ingin menaikan pendapatan per kapita maka juga harus menaikan akumulasi kapital. Maka dari itu investasi harus di tingkatkan.

Berikut ini merupakan cara-cara untuk menaikan tingkat investasi:

  1. tingkat tabungan ditingkatkan dengan membatasi konsumsi,
  2. pemerintah menjual obligasi negara,
  3. pembatasan impor barang-barang konsumsi,
  4. dengan inflasi,
  5. memindahkan pengangguran tersembunyi dari sektor pertanian ke sektor industri dan jasa,
  6. dengan mengadakan pinjaman dari luar negeri untuk menambah kapital di dalam negeri,
  7. memperluas sektor perdagangan ke luar negeri.

D.    KRITERIA DAN ARAH INVESTASI

Kriteria-kriteria yang harus diperhatikkan dalam mengalokasikkan kapital antara lain:

  1. Investasi harus ditempatkan sedimikian rupa ,sehingga memaksimalkan perbandingan antara output dengan capital ( COR Terendah ),
  2. Proyek-proyek yang dipilih harus memberikan perbandingan yang maksimal dari pada penggunaan tenaga kerja terhadap investasinya  ( produktivitas tenaga kerja yang tinggi ),
  3. Investasi hendaknya mengurangi kesulitan-kesulitan dalam neraca pembayaran sehingga akan memaksimalkan perbandingan antara ekspor dan investasi.

Penggunaan syarat-syarat ini teryata tidak mudah. Oleh karena itu kriteria “Produktivitas social marginal” ditafsirkan sesuai dengan perubahan-perubahan faktor tersebut yang biasanya akan menimbulkan perbedaan pendapat.

Untuk itu,maka beberapa faktor yang harus diperhatikan antara lain:

1. Pendapatan perkapita

Tipe investasi produksi,misalnya terdapat proyek-proyek disektor pertanian dimana dibutuhkan tenaga kerja yang banyak .Investasi ini akan menaikkan pendapatan disektor tersebut ,tetapi jika kenaikkan jumlah penduduk dan pendapatan sama tingginya maka pendapatan perkapita akan kembali ketingkat semula.

2. Pendapatan nasional

Kenaikkan pendapatan nasional belum tentu menguntungkan masyarakat seluruhnya, karena mungkin pendapatan tersebut hanya diterima atau hanya dapat dinikmati oleh beberapa golongan saja .Untuk itu agar pendapatan nasional dapat meningkat maka tidak hanya memperhatikan pendapatan perkapita saja,tetapi juga harus memperhatikan distribusi pendapatanya .

3. Faktor waktu

Pertimbangan-pertimbangan mengenai waktu juga sangat menentukan      keberhasilan investasi .Karena mungkin untuk waktu 5 tahun kedepan investasi yang paling menguntungkan adalah produksi tekstil namun mungkin 10 tahun kedepan belum tentu investai industri tekstil ini menguntungkan .

4. Kepentingan masyarakat

Pertimbangan-pertimbangan mengenai kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang paling mendesak itu menjadi salah satu factor penentu keberhailan dalam investasi .

5. Unsur pasar

Investasi tidak hanya ditekankan pada produksi saja,teapi juga mengenai pasar produksi tersebut .Meskipun investasi efisien,tetapi apabila pasar atau unsur, pasar kurang diperhatikan maka investor akan mengalami kegagalan.

6. Titik pertumbuhan

Investasi sebaiknya pada diarahkan pada titik pertumbuh”growing point”. Biasanya “growing point” banyak membutuhkan capital dan mempunyai pasar yang luas karena ada keuntungan eksternal .

Awalnya titik pertumbuhan ini dikemukakan oleh W. W. Rostow dengan istilah dengan sector pertumbuhan primer. W. W. Rostow menyarankan supaya sektor yang sedang berkembang dibagi menjadi 3 golongan yaitu:

a. Sektor Primer Yang Menyebebkan Pertumbuhan.

b. Sektor pelengkap.

c. Sektor pertumbuhan sebagai akibat lanjutan yaitu perkembangan yang didorong oleh pertambahan jumlah penduduk dan pendapatan.

7. Pertumbuhan seimbang

Menurut Baldwin dan Merier menyatakan bahwa investasi pada titik pertumbuhan juga harus memperhatikan 2 pertimbangan yaitu :

a. Kriteria neraca pembayaran dan criteria produktivitas.

Hal ini disebabkan karena adanya anggapan bahwa negara berkembang sering mengalami kesulitan dalan neraca pembayaran .Sehingga investasi itu seharusnya mengarah pada perbaikkan neraca pembayaran dan peningkatan produktivitas.

b. Pertumbuhan seimbang.

Arah investasi seharunya kesemua sector karena sector-sektor tersebut saling bergantung dan saling melengkapi.

8. Teknik produksi

Jika pasar telah cukup luas maka teknik produksi yang digunakan dapat bersifat padat modal dan padat karya. Dari kedua kemungkinan tersebut dapat menimbulkan beberapa pendapat. Namun, dari beberapa pendapat tersebut ada salah satu yang berpendapat bahwa kedua kemungkinan tersebut dapat digunakan dan pokoknya dapat menghasilkan suatu output tersebut dengan biaya serendah-rendahnya. Jadi dimana tenaga kerja banyak tersedia dan lebih murah dari pada mnggunakkan alat-alat capital maka sebaikknya menggunakan teknik produksi dengan padat modal dan sebaliknya dapat menggunakan teknik produksi padat karya .

Apabila kedua investasi ( padat karya dan padat modal ) akan menaikkan produksi nasional dalam jumlah yang sama maka :

a. Dari sudut distribusi pendapatan

Proyek yang memakai metode padat karya lebih baik karena dapat menaikkan tingkat pendapatan sebagian besar orang yang berpenghasilan rendah.

b. Dari sudut pendapatan perkapita

Proyek padat modal disektor pertanian akan lebih baik karena dapat meningkatkan pendapatan perkapita .

Jadi kriteria-kriteria ini sangat tergantung pada tujuan-tujuan sosial dan ekonomi yang luas.

E.     PENYERAPAN KAPITAL DAN STABILITAS

Batas kemampuan penyerapan kapital (capital absorptial capacity). Kapasitas ini ditentukan oleh dua hal yaitu satu pihak ditentukan oleh adanya atau tersedianya faktor-faktor produksi komplementer yang bekerja sama dengan kapital,dan di lain pihak oleh syarat-syarat yang diperlukan untuk menghindari inflasi dan untuk mempertahankan keseimbangan Neraca Pembayaran Internasional.

Keterbatasan kapasitas untuk untuk menyerap kapital di negara sedang berkembang disebabkan oleh:

  1. Kurangnya teknologi
  2. Kurangnya tenaga ahli
  3. Kurangnya mobilitas faktor produksi

Apabila akumulasi kapital bertambah dengan cepat, maka tindakan yang diperlukan ialah mencoba menaikan tersedianya faktor-faktor produk lain yang berkerjasama dengan kapital. Penyerapan kapital juga dipengaruhi oleh masa perkembangan perekonomian. Variasinya sebagai berikut:

1. Kalau akumulasi kapital melebihi kemampuan penyerapan, seperti yang terjadi di negara sedang berkembang, setiap tambahan investasi bahkan cenderung menimbulkan inflasi. Sehingga dapat dikatakan bahwa sangat berbahaya untuk membiaya investasi dengan cara inflasi, karena:

a. Tabungan sukarela tak banyak tercipta,

b. Pinjaman jangka panjang kurang tersedia,

c. Menyebabkan investasi yang salah arah,

d. Efisiensi produksi berkurang,

e. Menyebabkan adanya alokasi yang salah terhadap factor-faktor produksi.

2. Kalau akumulasi kapital lebih kecil daripada kemampuan negara untuk menyerap kapital, maka akan timbul kesulitan-kesuliatan terutama dibidang neraca pembayaran karena Negara-negara tersebut sangat membutuhkan devisa untuk impor barang-barang yang diperlukan.

F.     NILAI DAN LEMBAGA-LEMBAGA YANG ADA

Perkembangan ekonomi dapat melaju cepat bila diciptakan kebutuhan-kebutuhan baru, motif-motif baru, cara/metode-metode produksi baru, demikian pula harus ada perubahan lembaga-lembaga yang ada dalam masyarakat. Harus disadari bahwa  manusia dapat menguasai alam. Alam harus dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang lebih baik dan tujuan ini haruslah merupakan bagian dari kebudayaan manusia.

Dalam mengubah adat istiadat atau cara hidup lama haruslah berhati-hati sebab setiap ada perubahan  harus selekasnya dikompensasi dengan hasil yang lebih baik. Mula-mula cara dan kebiasaan makanan yang harus diubah, kemudian bagaimana cara mengubahnya, misalnya dengan pendidikan dan demonstrasi-demonstrasi visual dan hal ini harus dilakukan dengan hati-hati, sebab kemakmuran ekonomi itu hanyalah sebagian saja dari kemakmuran sosial.

Untuk menggunakan mesin-mesin yang kompleks, dibutuhkan orang yang kreatif, dan berpengetahuan umum. Jadi cara hidup yang lama harus ditinggalkan dan diganti dengan yang baru dan disesuaikan kebutuhan. Anak-anak pada usia muda dididik hingga dapat membuka pikiran dan kemudian diharapkan dapat menemukan hal-hal baru yang dapat menaikkan produktivitas, sehingga mereka menjadi inovator dan wiraswasta.

Wiraswasta yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi harus mempunyai sifst-sifst berikut:

  1. Memiliki kemampuan untuk mengenal kesempatan-kesempatan dalam pasar
  2. Memiliki kemampuan mengambil tindakan-tindakan alternatif,misalnya apabila cara yang sayu gagal, maka harus dapat cepat menggunakan cara yang lain.
  3. Memiliki kemampuan untuk mengkombinasikan elemen-elemen secara rasional dalam keputusan-keputusannya.

Jadi, wiraswasta harus dapat berdiri sendiri atau percaya pada diri sendiri dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang ada dan bertanggung jawab terhadap tindakan-tindakannya. Di negara sedang berkembang perlu diciptakan dorongan-dorongan untuk menggairahkan motif-motif wiraswasta ini. Persoalannya bukan sejauh mana perubahan ekonomi itu dapat dilakukan, tetapi sejauh mana perubahan-perubahan kebudayaan itu dapat diterima oleh penduduk dan berapa kecepatannya sehingga perkembangan ekonomi dapat dilaksanakan.


BAB III

PENUTUP

A.    KESIMPULAN

1. Kekuatan dari dalam adalah kekuatan yang ada dalam masyarakat sendiri untuk berkembang.

2. Kriteria-kriteria yang harus diperhatikkan dalam mengalokasikkan capital antara lain:

a. Investasi harus ditempatkan sedimikian rupa .

b. Investasi hendaknya mengurangi kesulitan-kesulitan dalam neraca pembayaran

c. Proyek-proyek yang dipilih harus memberikan perbandingan yang maksimal dari pada penggunaan tenaga kerja terhadap investasinya

3. Faktor-fakor yang harus diperhatikan dalam menentukan kriterian dalam pengalokasian investasi antara lain:

  1. Pendapatan perkapita,
  2. Pendapatan nasional,
  3. Faktor waktu,
  4. Kepentingan masyarakat,
  5. Unsur pasar,
  6. Titik pertumbuhan,
  7. Pertumbuhan seimbang, dan
  8. Teknik produksi.

B.     SARAN

  1. Karena bantuan luar negeri belum tentu dapat menjamin terus berkembangnya perekonomian, maka untuk menghindari hal-hal yang merugikan, prakarsa dan pengaturan lembaga-lembaga masyarakat untuk perkembangan harus tumbuh dari dalam masyarakat sendiri.
  2. Untuk menentukan kriteria dan arah investasi hendaknya disesuaikan dengan kondisi pada saat itu,karena kriteria ini sangat tergantung pada tujuan-tujuan.

DAFTAR PUSTAKA

Irawan dan Suparmoko.2002.Ekonomika Pembangunan.Yogyakarta:BPTE Yogyakarta

Martono, trisno.2008.Ekonomi Pembangunan.Surakarta:UNS Press

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s