KONSEP DASAR ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Posted: 15 January 2013 in Analisis Laporan Keuangan

 

Pokok Bahasan 1:

 KONSEP DASAR  ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

 

1.1. Pengertian

1.2. Tujuan

1.3. Prosedur dan teknik

1.1. Pengertian

a. Laporan Keuangan (LK):

LK adalah: laporan tentang posisi keuangan dan hasil yang dicapai unit usaha (perusahaan)  pada suatu periode. Terdiri dari: (1) Neraca (posisi keuangan), (2) Laporan Rugi-Laba (hasil usaha), dan (3) Laporan Keuangan lain, seperti: Lap. Laba Ditahan

Manfaat LK: sebagai alat komunikasi antara aktivitas perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap aktivitas perusahaan tersebut. Pihak-pihak tersebut adalah: (1) Pemilik, menentukan status kepemilikan, (2)  Menejer, me-nentukan kebijakan perusahaan, (3) Kreditor, menentukan pemberian kredit, (4)   Investor, menentukan kebijakan investasi, (5)  Pemerintah, menentukan besarnya pajak, (6) Karyawan, menuntut hak-hak dan menentukan status.

Sifat LK: (1) dibuat atas dasar fakta  catatan akuntansi (historis), (2) dicatat atas dasar prosedur/ anggapan (prinsip akuntansi), dan (3) dicatat dengan menggu-nakan konvensi (pendapat pribadi)

Prosedur, anggapan, kebiasaan dan pendapat pribadi harus digunakan secara konsisten dari tahun ke tahun.

Keterbatasan LK:

  1. LK dibuat secara periodik, sehingga semua jumlah yang dilaporkan tidak menunjukkan nilai likuidasi.
  2. LK menunjukkan angka rupiah  yang dasar penyusunannya dengan standar nilai yang mungkin berubah-ubah.
  3. LK disusun  berdasarkan hasil pencatatan transaksi keu dari berbagai wak-tu lalu di mana daya beli uang semakin menurun.
  4. LK tidak mencerminkan berbagai faktor yang mempengaruhi posisi keu, karena faktor tersebut tidak dapat dinyatakan dalam satuan uang.

Bentuk LK:

– Neraca:                    Skontro          – Lap. Laba-Rugi:                Single step

Vertikal                                                       Multiple step

Disesuaikan    – Lap. Laba ditahan

b. Analisis Laporan Keuangan (ALK)

ALK adalah: kegiatan menghubung-hubungkan antar pos-pos akun dalam suatu laporan keuangan dan atau pos-pos akun antar laporan keuangan untuk menda-patkan informasi keuangan.

Ada dua jenis ALK:

Analisis Vertikal (menghubungkan antar pos-pos dalam suatu lap keu): analisis rasio, analisis modal kerja, analisis kas, dan seterusnya.

Analisis Horizontal (menghubungkan pos-pos antar laporan keuangan): anali-sis perbandingan (baik antar tahun maupun dengan industri).

1.2. Tujuan

Tujuan ALK adalah: untuk membantu/ mempermudah pelaku-pelaku dunia usaha dalam memperoleh informasi dari laporan keuangan suatu perusahaan guna pengambilan keputusan ekonomi. Informasi tersebut dapat berupa: likuiditas, solvabilitas, rentabilitas dan stabilitas usaha.

Likuiditas                  : kemampuan  bayar pada jatuh tempo

Solvabilitas                : kemampuan  bayar pada saat dilikuidasi

Rentabilitas               : kemampuan peroleh keuntungan

Stabilitas usaha         : kemampuan stabilkan usaha

1.3. Prosedur dan teknik

a. Prosedur Analisis Laporan Kuangan

Penganalisis harus memenuhi syarat sbb.:

– memahami laporan keuangan yang akan dianalisis

– dapat menggambarkan aktivitas-aktivitas perusahaan

– mempunyai kemampuan dalam pengambilan kesimpulan

– mempertimbangkan perubahan kondisi perusahaan & perubahan tingkat harga

Prosedur analisis:

– Pelajari menyeluruh dan bila perlu menyusun kembali laporan  keuangan sesu-ai dengan SAK yang berlaku dan tujuan analisis.

– Adakan perhitungan analisis laporan keuangan

– Interpretasi hasil analisis  laporan keuangan.

b. Teknik Analisis Laporan Kuangan

– Analisis perbandingan laporan keuangan

– Analisis trend/ tendensi posisi dan kemajuan keuangan

– Analisis laporan keuangan dengan persentasi per komponen

– Analisis sumber dan penggunaan modal kerja

– Analisis sumber dan penggunaan kas

– Analisis rasio

– Analisis break event point

– Analisis perubahan laba kotor

RAMBU-RAMBU STRUKTUR LAPORAN KEUANGAN

 

Struktur Neraca:

1. Aktiva: 

a. Aktiva Lancar

b. Investasi Jangka Panjang

c. Aktiva Tetap

d. Aktiva Tidak Berwujud

e. Aktiva Lain-lain

2. Hutang:

a. Hutang Lancar

b. Hutang Jangka Paniang

c. Hutang Lain-lain

3. Modal:

a. Modal Saham

(1) Saham Nominal

(2) Agio

b. Laba yang Ditahan

c. Modal Lain-lain

Struktur Laporan Laba Rugi:

1. Penjualan: 

a. Penjualan kotor

b. Retur penjualan & pengurangan harga

c. Potongan penjualan

d. Penjualan bersih

2. HPP:

a. Persediaan awal

b. Pembelian (Pemb. kotor, Retur Pemb & Peng harga, Pot pemb, biaya angkut)

c. Persediaan akhir

d. HPP

3. Laba Kotor Penjualan

4. Biaya Operasi

a. Biaya penjualan

b. Biaya umum dan administrasi

5. Laba Bersih Usaha

6. Pendapatan & Beban di Luar Usaha:

a. Pendapatan di LU

b. Beban di LU

7. Pendapatan bersih sebelum pajak

Struktur Laporan Laba Ditahan:

1. Saldo Laba Ditahan awal tahun 

2. Ditambah:

a. Pendapatan bersih

b. Laba penualan mesin

c. Koreksi cadangan penyusutan

3. Dikurangi:

a. Deviden

b. Rugi karena kebakaran

c. Rugi karena penualan effek

c. Modal Lain-lain

4. Saldo Laba Ditahan akhir tahun

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s