RUANG LINGKUP AUDITING

Posted: 14 January 2013 in Auditing

RUANG LINGKUP AUDITING

 

A. PENDAHULUAN

Suatu informasi yang tersedia bagi para pengambil keputusan ekonomi biasanya dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi. Informasi yang andal dan relevan diperlukan manakala manajer, investor, kreditor, dan badan regulasi lainnya inigin mengambil keputusan rasional menyangkut sumber daya. Kebutuhan akan informasi yang andal dan relevan tersebut menciptakan suatu permintaan akan jasa akuntansi dan auditing, sebab auditing memainkan peran dalam proses menyediakan laporan yang objektif dan independen atas keandalan informasi, sehingga dapat mengurangi resiko informasi yang diberikan tidak relevan dan tidak andal.

B. DEFINISI AUDITING

The American Accounting Association Committee on Basic Auditing Concepts mendefinisikan auditing sebagai proses sistematik pencarian dan pengevaluasian secara objektif bukti mengenai asesersi tentang peristiwa dan tindakan ekonomik untuk meyakinkan kadar kesesuaian antara asersi tersebut dengan kriteria yang ditetapkan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.

1. Proses Sistematik

Frasa sistematik menyiratkan bahwa wajib ada pendekatan yang terencana dengan baik untuk melakukan audit. Perencanaan tersebut melibatkan pengumpulan dan pengevaluasian bukti secara objektif.

2. Mencari dan Mengevaluasi Bukti Secara Objektif

Frasa mencari dan mengevaluasi bukti secara objektif menegaskan bahwa auditing merupakan proses investigasi. Bukti audit merupakan informasi yang akan dipakai oleh auditor untuk menentukan apakah asersi-asersi yang sedang diaudit disajikan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

3. Asersi Tentang Tindakan dan Peristiwa Ekonomik

Kata asersi memiliki makna khusus dalam auditing, asersi adalah representasi atau pernyataan manajemen tentang peristiwa atau tindakan ekonomi entitas. Asersi tersebut berwujud catatan atau laporan keuangan.

4. Taraf Hubungan Antara Asersi Dengan Kriteria Yang Ditetapkan

Dalam melaksanakan audit, haruslah ada informasi dalam format yang dapat diverifikasi dan standar, sehingga auditor dapat mengevaluasi informasi tersebut.

5. Mengkomunikasikan Hasil Kepada Pemakai Yang Bersangkutan

Audit tidak akan banyak gunanya apabila hasil audit tersebut tidak disampaikan kepada pemakai yang besangkutan, sehingga auditor perlu mengkomunikasikan hasil auditnya kepada pemakai yang bersangkutan. Proses penyampaian informasi ini disebut atestasi dan mekanismenya disebut laporan auditor. Untuk dapat memasok informasi yang relevan kepada pemakai, akuntan harus memiliki pemahaman mendalam mengenai prinsip dan kaidah yang menjadi landasan bagi penyusunan informasi akuntansi.

C. PERBEDAAN DAN HUBUNGAN ANTARA AUDITING DENGAN AKUNTANSI

Akuntansi merupakan suatu proses yang menghasilkan informasi dalam format laporan keuangan dan data keuangan lainnya. Akuntansi membentuk laporan keuangan dan informasi bermanfaat lainnya, sedangkan auditing pada umumnya tidak membuat laporan keuangan atau informasi lainnya. Namun, auditing berperan dalam meningkatkan nilai informasi yang diciptakan oleh proses akuntansi dengan secara kritis mengevaluasi informasi tersebut melalui hasil dari evaluasi kritis tersebut.

D. PERAN AUDITING

Pelaporan keuangan dan akuntansi yang andal membantu masyarakat dalam mengalokasikan sumber daya dengan cara yang efisien. Kontribusi auditor independen adalah membubuhkan kredibilitas atas informasi. Dalam hal ini kredibilitas berarti bahwa informasi dapat dipercaya sehingga bisa diandalkan oleh pihak luar seperti investor, kreditor, pemegang saham, dan pelanggan. Permintaan akan hasil auditing berasan dari fakor-faktor berikut ini:

1. Kompleksitas

Volume aktivitas ekonomi dan kompleksitas pertukaran ekonomik dalam perusahaan seringkali merumitkan pencatatan transaksi dan alokasi biaya atau beban, sehingga dibutuhkan jasa akuntan profesional untuk mengungkap dan membuat keputusan yang tepat dari masalah ekonomik yang pelik tersebut.

2. Jarak

Jarak fisik dan sempitnya waktu sering menghalangi pemakai informasi dalam memeriksa dan menguji data yang menjadi dasar bagi informasi keuangan. Semakin besar jarak fisik dan sempitnya waktu tersebut mengakibatkan peningkatan kemungkinan salah saji yang disengaja maupun yang tidak disengaja, sehingga dibutuhkan jasa pihak independen untuk memeriksa catatan keuangan.

3. Bias dan Motif Penyedia Informasi

Jika informasi yang diberikan oleh seseorang tujuannya tidak konsisten dengan tujuan pengambilan keputusan, informasi tersebut bisa saja bias dan sering menguntungkan pemasok informasi. Oleh karena itu perlu adanya jasa auditor independen untuk memeriksa informasi tersebut, sehingga tidak terjadi biasnya informasi.

E. LIMITASI AUDITING

Limitasi auditing terjadi karena kendala kerangka akuntansi yang ada seperti prinsip pengukuran akuntansi menawarkan lebih dari satu alternatif untuk menjelaskan sebuah transaksi atau peristiwa. Hal tersebut mengakibatkan tidak satupun audit yang dapat memberikan jaminan atau keyakinan penuh atas kebenaran hasil audit yang dilakukannya. Selain itu ada pula limitasi yang dipicu oleh teknologi auditing, karena sangat sulitnya bahkan tidak mungkin seorang auditing mendapatkan bukti yang mendukung asersi tanpa bantuan teknologi auditing.

F. TIPE AUDIT

Audit biasanya diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu: audit laporan keuangan, audit ketaatan, dan audit operasional.

1. Audit Laporan Keuangan

Audit laporan keuangan esensial dalam mengelola bisnis, karena audit ini memberi data yang memberi dasar keputusan pengalokasian sumberdaya yang langka. Audit ini dalam memeriksa asersi laporan keuangan mampu memberikan tingkat keyakinan yang tinggi bahwa laporan keuangan mengikuti prinsip akuntansi yang berlaku umum, karena yang menjadi kriteria audit ini adalah prinsip akuntansi yang belaku umum.

2. Audit Ketaatan

Audit ketaatan melibatkan pencarian dan pengevaluasian bukti guna menentukan apakah aktivitas-aktivitas operasi atau keuangan dari suatu entitas atau orang sudah sejalan dengan kondisi, ketentuan, dan peraturan yang ditetapkan.

3. Audit Operasional

Audit operasional melibatkan pencarian dan pengevaluasian bukti mengenai efisiensi dan efektivitas operasi entitas berkenaan dengan tujuan yang ditetapkan. Auditor operasional memiliki kriteria antara lain: Auditor yang melaksanakan audit operasional berposisi independen, laporan auditor ditujukan kepada seseorang di dalam entitas, dan asersi mengenai efektivitas dan efisiensi kinerja aktivitas tertentu.

G. TIPE AUDITOR

1. Auditor Eksternal

Auditor eksternal sering kali disebut sebagai auditor independen karena auditor tersebut tidak dikaryakan oleh entitas yang sedang diauditnya.

2. Auditor Internal

Auditor internal adalah auditor yang dikaryakan secara ekstensif oleh badan pemerintah atau organisasi nirlaba dan diangkat sebagai pegawai purna waktu oleh suatu entitas untuk melaksanakan audit di dalam organisasi perusahaan.

3. Auditor Pemerintah

Auditor pemerintah adalah auditor yang dikaryakan pemerintah untuk menentukan ketaatan terhadap hokum, undang-undang, kebijakan, dan prosedur. Sebagai contoh adalah auditor yang berdinas di Badan Pemerisaan Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan pembangunan (BPKP) dan Inspektorat Jendral pada badan-badan Penerintah.

H. KANTOR AKUNTAN PUBLIK

Kantor akuntan public dapat diorganisasikan sebagai praktisi perorangan atau firma. Menurut ukurannya, kantor akuntan publik digolongkan menjadi empat kategori, yaitu: Kantor akuntan publik local, kantor akuntan publik regional, kantor akuntan publik nasional, dan kantor akuntan publik internasional. Kantor akuntan publik memberikan bermacam-macam jasa perikatan, jasa perikatan tersebut diklasifikasikan sebagai perikatan atestasi dan perikatan nonatestasi.

SUMBER:

Mulyadi dan Kanaka, “Auditing dan Profesi Akuntan Publik”,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s