PENDEKATAN PENGATURAN PELAPORAN KEUANGAN

Posted: 11 January 2013 in Teori Akuntansi

PENDEKATAN PENGATURAN PELAPORAN KEUANGAN

A.    Pengertian Laporan Keuangan (LK)

Laporan Keuangan adalah laporan tentang posisi keuangan dan hasil yang dicapai unit usaha (perusahaan) pada suatu periode. Terdiri dari: Neraca (posisi keuangan), Laporan Rugi-Laba (hasil usaha), dan Laporan Keuangan lain, seperti: Lap. Laba Ditahan. Laporan keuangan merupakan bagian dari pelaporan keuangan.

B.     Manfaat Laporan Keuangan

Manfaat laporan keuangan adalah sebagai alat komunikasi antara aktivitas perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap aktivitas perusahaan tersebut. Pihak-pihak yang berkepentingan tersebut adalah:

  1. Pemilik, untuk menentukan status kepemilikan,
  2. Menejer, untuk menentukan kebijakan perusahaan,
  3. Kreditor, untuk menentukan pemberian kredit,
  4. Investor, untuk menentukan kebijakan investasi,
  5. Pemerintah, untuk menentukan besarnya pajak, dan
  6. Karyawan, untuk menuntut hak-hak dan menentukan status.

C.    Sifat Laporan Keuangan

Ada tiga sifat laporan keuangan, yaitu:

  1. Dibuat atas dasar fakta  catatan akuntansi (historis),
  2. Dicatat atas dasar prosedur/ anggapan (prinsip akuntansi), dan
  3. Dicatat dengan menggu-nakan konvensi (pendapat pribadi)

Prosedur, anggapan, kebiasaan dan pendapat pribadi harus digunakan secara konsisten dari tahun ke tahun.

D.    Keterbatasan Laporan Keuangan

  1. Laporan keuangan dibuat secara periodik, sehingga semua jumlah yang dilaporkan tidak menunjukkan nilai likuidasi.
  2. Laporan keuangan menunjukkan angka rupiah yang dasar penyusun-annya dengan standar nilai yang mungkin berubah-ubah.
  3. Laporan keuangan disusun  berdasarkan hasil pencatatan transaksi keu dari berbagai wak-tu lalu di mana daya beli uang semakin menurun.
  4. Laporan keuangan tidak mencerminkan berbagai faktor yang mempengaruhi posisi keuangan, karena faktor tersebut tidak dapat dinyatakan dalam satuan uang.

E.     Pelaporan Keuangan

Pelaporan keuangan dan laporan keuangan merupakan dua hal yang berbeda. Pelaporan keuangan meliputi segala aspek yang berkaitan dengan penyediaan dan penyampaian informasi keuangan. Aspek-aspek tersebut meliputi: lembaga yang terlibat dan peraturan yang berlaku. Lembaga yang terlibat meliputi penyusun standar, badan pengawas dari pemerintah atau pasar modal, organisasi profesi, dan entitas pelapor, sedangkan peraturan yang berlaku adalah prinsip akuntansi berterima umum atau generally accepted accounting principle/ GAAP). Laporan keuangan hanyalah salah satu medium dalam penyampaian informasi.

F.     Pendekatan Dalam Pelaporan Keuangan

Telah dikembangkan pendekatan-pendekatan baru pelaporan keuangan di dalam International Financial Reporting Standars (IFRS). Perkembangan pendekatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keterbandingan laporan keuangan. Misalnya:

  • ditingkatkannya pengungkapan informasi kualitatif transaksi,
  • pengaturan untuk pelaporan keuangan menggunakan pendekatan prinsip bukan lagi aturan,
  • dihapusnya pos-pos luar biasa,
  • penyajian laporan keuangan diubah untuk mencerminkan laporan keuangan, dan
  • penggunaan pendekatan pengukuran nilai wajar.

Sebelum digunakan International Financial Reporting Standars (IFRS), akuntansi menggunakan dasar kos historis untuk pengukuran transaksi. Kos ini kemudian akan menjadi dasar pelaporan besarnya suatu pos untuk periode selanjutnya, selama pos tersebut masih dilaporkan. Keuntungan dari penggunaan pendekatan historis adalah besarnya pos laporan keuangan dapat dibuktikan dengan mudah karena berdasarkan transaksi yang telah terjadi, tetapi ketika terjadi penurunan atau peningkatan nilai suatu pos di pasar, pos yang dilaporkan tidak akan mencerminkan nilai yang sesungguhnya.

G.    Komponen Pelaporan Keuangan

Berdasarkan Statment of Financial Accounting Concept (SFAC), pelaporan keuangan terdiri atas:

  1. Laporan keuangan dasar (Basic financial statments) yang terdiri dari laporan keuangan dan catatan atas laporan keuangan,
  2. Informasi-informasi tambahan, dan
  3. Laporan-laporan lain selain laporan keuangan,

H.    Batasan Pelaporan Keuangan

Dalam menyediakan laporan keuangan yang berguna harus dipertimbangkan batasan-batasan sebagai berikut:

1. CostBenefit

Cost dalam menyediakan laporan keuangan harus dipertimbangkan dengan benefit yang akan didapat dari penggunaan laporan tersebut. AICPA Special Committee membuat batasan untuk membatasi biaya pelaporan sebagai berikut:

a. Laporan tidak boleh memuat informasi diluar kemampuan manajemen atau yang mana manajemen bukan sumber terbaik dari laporan tersebut,

b. Manajemen tidak boleh diminta untuk melaporkan informasi yang secara signifikan akan merugikan posisi kompetensi perusahaan,

c. Manajemen tidak boleh diminta untuk menyediakan forecasted financial statements, karena manajemen hanya menyediakan informasi yang menbantu user meramal sendiri kondisi keuangan perusahaan di masa mendatang,

d. Manajemen hanya dibutuhkan untuk melaporkan informasi yang diketahuinya, ini berarti manajemen tidak berkewajiban mengumpulkan informasi yang tidak dipunyainya,

e. Beberapa elemen dari laporan keuangan harus dilaporkan apabila user dan manajemen setuju untuk dilaporkan, dan

f. Perusahaan tidak diharuskan untuk melaporkan laporan forward-looking, kecuali ada sesuatu faktor aturan yang memaksa perusahaan membuatnya.

2. Materiality

Batasan materiality berhubungan dengan pengaruh sebuah item dalam operasi keuangan sebuah perusahaan. Materiality adalah suatu faktor yang mengubah keputusan.

a. Relevance

Laporan keuangan disebut relevan apabial:

  • Dapat memberi gambaran masa lalu,
  • Dapat memberi gambaran masa depan, dan
  • Tepat waktu

b. Reliability

Reliabilitas laporan keuangan bisa disebut reliable apabila neutrally, verifiability, dan representational faithfulness,

1)      Neutrally

Laporan keuangn bersifat netral, misalnya laporan keuangan untuk intern dan pajak yang harus netral,

2)      Verifiability

Laporan keuangan harus dapat diverifikasi oleh metode akuntansi lain dan hasilnya sama,

3)      Representational Faithfulnes

Laporan keuangan harus dapat dipercaya, angka dan penjelasan yang dilaporkan adalah apa yang memang terjadi.

c. Comparibility

Laporan keuangan akan lebih bernilai apabila dapat dibandingkan dengan industri yang sejenis.

I.       Tujuan Pelaporan Keuangan

1. Berdasar SFAC No. 1

Tujuan pelaporan keuangan sesuai dengan SFAC No. 1 adalah untuk memberikan informasi yang berguna dalam pembuatan keputusan mengenai investasi dan kredit untuk mereka yang mempunyai pemahaman mengenai aktivitas ekonomi dan perusahaan; membantu investor; kreditor dan pemakai lain laporan keuangan yang sekaranmg maupun yang berpotensi menilai jumlah, waktu, dan ketidakpastian aliran kas di masa yang akan dating mengenai sumber daya ekonomi, klaim terhadap sumber daya tersebut dan perubahannya.

2. Berdasar Konsepsi FASB

Tujuan pelapran keuangan menurut konsepsi FASB adalah sebagai berikut:

a. Memberi informasi keuangan yang dapat dipercaya dan bermanfaat bagi investor dan kreditor untuk dasar pengambilan keputusan investasi dan pemberian kredit,

b. Memberi informasi keuangan yang dapat menunjukkan prestasi perusahaan dalam menghasilkan laba,

c. Memberi informasi posisi keuangan perusahaan dengan menunjukkan sumber-sumber ekonomi perusahaan serta asal kekayaan tersebut,

d. Memberi informasi keuangan yang dapat menunjukkan sumber pembiayaan perusahaan, dan

e. Memberi informasi keuangan yang dapat membantu para pemakai dalam meramalkan aliran kas masuk ke perusahaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s