KESULITAN-KESULITAN UMUM DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI (MAKALAH EKONOMI PEMBANGUNAN)

Posted: 15 May 2013 in Ekonomi Pembangunan

 BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    LATAR BELAKANG

Semua Negara baik Negara maju maupun Negara yang sedang berkembang tentu melaksanakan pembangunan ekonomi. Untuk menaikkan pendapatan riil perkapita atau paling tidak untuk mempertahankan tingkat pendapatan yantg telah diperolehnya agar tidak mengalami penurunan.

Bagi Negara berkembang pembangunan ekonomi jelas digunakan untuk meningkatkan tarif hidup agar setingkat dengan taraf hidup di Negara yang sudah maju. Negara berkembang saat ini telah menyadari tentang kemiskinan yang dialami dan jurang perbedaan yang semakin lebar antara Negara maju dengan Negara sedang berkembang. Berhubung dengan sifat umum Negara sedang berkembang itu,maka tidaklah mudah bagi Negara-negara berkembang untuk melaksanakan pembangunan.

Bagi Negara sedang berkembang output potensialnya sangat besar karena jumlah penduduknya sangat banyak, namun pada kenyataannya output riilnya masih di bawah cukup, sehingga terjadi kesenjangan antara output potensial dengan output riilnya. Mengapa kesenjanga itu ada dan mengapa Negara berkembang tetap miskin menjadi masalah bagi Negara sedang berkembang untuk segera diselesaikan.

 B.     TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan kami menulis makalah dan mengangkat Tema mengenai “KESULITAN-KESULITAN UMUM DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI” ini adalah guna memenuhi  tugas mata kuliah Ekonomi Pembangunan.

Manfaat penulisan makalah ini adalah untuk memperluas wawasan kami dan pembaca tentang kusulitan apa saja yang dihadapi dalam perkembangan ekonomi.

 C.    RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah dalam penyusunan  makalah ini antara lain:

  1. Mengapa dualism ekonomi bisa terjadi?
  2. Bagaimana kaitan iklim tropis dengan masalah pembangunan ekonomi?
  3. Kebudayaan yang bagaimanakah yang dapat menjadi masalah dalam pengembangan perekonomian?
  4. Bagai mana produktivitas yang rendah itu bisa menjadi masalah ekonomi?
  5. Bagaimana pula dengan jumlah kapital yang sedikit?
  6. Mengapa perdagangan luarnegeri juga menjadi masalah dalam pengembangan ekonomi?
  7. Apa yang dimaksud dengan kesempurnaan pasar?
  8. Apa saja yang mempengaruhi kesenjangan perkembangan?
  9. Bagaimana dengan pengangguran yang ada di Negara berkembang?
  10. Mengapa distribusi pendapatan juga menjadi masalah pengembangan ekonomi?
  11. Bagai mana dengan tekanan penduduk?
  12. Mengapa tanah dan penggunanya menjadi kendala dalam pengembangan ekonomi?
  13. Unsur apa yang perlu diperhatikan dalam pembangunan masyarakat desa?
  14. Hubungan tabungan dalam negeri dan pembentukan kapital itu bagaimana?
  15. Peran apa yang dilakukan wiraswasta dalam pengembangan ekonomi?
  16. Apa saja yang menjadi prioritas dalam Pembangunan Ekonomi?
  17. Aspek internasional dalam pembangunan itu terdiri dari apa saja?


BAB II

PEMBAHASAN

KESULITAN-KESULITAN UMUM DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI

 

            Bagi negara-negara sedang berkembang pembangunan ekonomi jelas dimaksudkan untuk meningkatkan taraf hidup sehingga sama dengan taraf hidup di negara-negara maju.Disamping itu ada karakteristik lain lagi yang menghambat bagi prkembangan ekonomi negarasdang berkembang

 A.    DUALISME EKONOMI

Hampir semua negara menghadapi sistem dualisme seperti ini

1. Perekonomian pasar(The Market Economy)

            Di pusat-pusat kota,perekonomian sudah bersifat ekonomi pasar.Karena perdagangan luar negri bagi aderah pedalaman melewati kota,maka kota menjadi pusat perdagangan.Namun,kehidupan penduduk kota terutama kebutuhan makan tergantung pada daerah-daerah disekitarnya.Karena perhubungan atau pengangkutan masih cukuo sukar maka harga-harga bahan makanan menjadi mahal,sehingga meluasnya pasar ke daerah terpencil mengalami kesulitan yang berarti.

2. Perekonomian subsisten

            Masih ada beberapa daerah terpencil yang hingga sekarang belum pernah mengadakan kontak langsung denagn daerah luar.Dalam masyarakatini biasanya perdagangan dilakuakn dengan barter.Didaerah ini fasilitas komunikasi kurang dan kebanyakan buta huruf serta tidak ada hasrat untuk mengubah cara hidup

3. Daerah Kantong Asing (The foreign Enclaves).

            Di daerah yang masih terbelakag terkadang terdapat peruahaan asing yang sudah meggunakan teknologi yang canggih.,adanya transpportasi ,televise,dan sebagainya sehingga daerah itu sudah mengenal barang baru.

B.     ILKIM TROPIS

Alasan mengapa daerah terbalakang umunya ada didarah tropis

  1. Kurangnya usaha manusia.Ikilm panas melemahkan kegiatan manusia. Sebaliknya iklim ini membuat pohon-pohion dan buah-buah dapat tumbuh subur. Jadi manusia tidak trelalu banyak berusaha untuk memenuhi kebutuhanya.
  2. Banyak penyakit.
  3. Keadaan pertanian yang tidak menguntungkan.Ikim tropis memang membawa kesuuran,tapi karenapertumbuhan penduduk yang tcepat maka harus diadakan pengerjaan pertanian yang sistematis.Hujan yang turun terlaku banyak mengakibatkan zat-zat yang diperluka oleh tanah larut,serta hasil panen tidak lepas dari hama penyakit

 C.    KEBUDAYAAN YANG TIDAK EKONOMIS

      Artinya sikap adat istiadat yang menghalang-halangi penggunaan penuh tenaga manusia untukmenaikan tara hidupnya.Jadi,tingkat hidup yang tinggi terkadang bertentangan dengan kehendak untuk mempertahankan kebudayaan atau tradisinya.

Bentuk-bentuk tradisi itu sebagai berikut :

  1. Kesilitan-kesulitan filosofis.
  2. Status social penduduk.
  3. Tidak adanya mobolitas dalam kesempatan kerja.
  4. Peranan keluarga.
  5. Cengkeraman kebiasaan.
  6. Pengunaan uang terbatas

 D.    PRODUKTIVITAS YANG RENDAH

Rendahnya produktivitas lebih banyak ditentukan oleh kualitas manusia dan sumber alam yang ada di negara sedang berkembang. Sumber-sumber alam merupakan faktor produksi seperti sifat-sifat tanah, keadaan hutan, relief tanah, sumber-sumber mineral, air hujan, jatuhnya hujan, temperatur, keadaan geografis yang menguntungkan dan lain sebagainya. Keadaan alam sekitar yang tidak menguntungkanmerupakan halangan berat bagi pembangunan, akan tetapi biasanya dapat diatasi dengan kualitas manusianya yang cukup baik.

Perbedaan kualitas antara negara satu dengan negara yang lain lebih kepada perbedaan sejarah, kebudayaan, keadaan alam sekitarnya, kesehatan dan pendidikan. Syarat-syarat yang dibutuhkan untuk terciptanya produktivitas tenaga kerja yang tinggi pada masyarakat modern adalah jika penduduk tidak duta huruf, sehat, cukup makan, kuat dan terlatih.

 E.     JUMLAH KAPITAL SEDIKIT

Di negara sedang berkembang kapital merupakan faktor produksi yang langka. Kelangkaan kapital ini dapat berarti mutlak dan dapat pula berarti relatif dalam hubungannya dengan investasi yang menguntungkan. Karena produktivitas tenaga kerja di negara sedang berkembang rendah, maka dapat diartikan pendapatan negara tersebut juga rendah, sehingga tabungan sebagai sumber pembentukan kapital juga rendah.

Rendahnya produktivitas disebabkan karena rendahnya dana kapital yang tersedia dan belum diolahnya sumber-sumber alam serta keterbelakangan penduduknya. Ketiga hal yang terakhir disebabkan oleh rendahnya tingkat investasi baik dalam bidang manusia (human investment) maupun investasi kapital (capital investment). Kemudian rendahnya tingkat investasi disebabkan oleh rendahnya permintaan akan barang-barang maupun rendahnya tingkat pendapatan ini disebabkan oleh rendahnya produktivitas.

 F.     PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Hal yang sering terjadi ialah setelah ada perdagangan dengan luar negeri, maka perekonomian negara-negara miskin menjadi tidak elastis. Sektor ekspor berkembang pesat dan semakin maju, sedangkan sektor-sektor lain dibiarkan pada tingkat subsisten dengan cara-cara produksi yang ketinggalan. Akhirnya negara ini sangat menggantungkan diri pada sektor ekspor yang berkembangan pesat. Padahal keadaan ini sangat membahayakan kestabilan, ekonomi dalam negeri dapat berfluktuasi.

Dengan mengalirnya investasi asing pada bidang ekspor berarti dana-dana yang besar mengalir ke luar negeri sebagai keuntungan-keuntungan para investor, sehingga negar yang miskin tetap saja miskin. Keadaan ini relatif dibandingkan dengan apabila keuntungan itu jatuh pada bangsanya sendiri, sehingga keuntungan tersebut dapat diinvestasikan ke sektor-sektor lain yang perlu dikembangkan. Misalnya ke sektor industri dan jasa maupun produksi bahan-bahan pokok.

 G.    KETIDAKSEMPURNAAN PASAR (MARKET IMPERFECTION)

Yang dimaksud dengan ketidaksempurnaan pasar ialah seperangkat masalah yang menyangkut immobilitas faktor-faktor produksi, harga-harga yang tidak luwes, tidak memperhatikan keadaan pasar, struktur sosial yang tidak mudah berubah dan kurang adanya spesialisasi. Semua ini merupakan penghalang bagi alokasi faktor-faktor produksi yang optimum.

Jadi banyak faktor produksi yang belum dikerjakan dengan baik. Terutama sekali untuk faktor tenaga kerja seola-olah terikat akan pekerjaannya yang sekarang karena tidak efisiennya penggunaan mereka dan karena kemiskinannya sendiri.

 H.    KESENJANGAN PERKEMBANGAN

Kita lihat bagaimana keadaan pendapatan perkapita di berbagai negara. Tujuan pembangunan di samping meningkatkan pendapatan per kapita aspek efisiensi adalah mempersempit kesenjangan dan menghilangkan baik kesenjangan absolut dan kesenjangan relatif (aspek distribusi).

Kurs valuta asing pada dasarnya mencerminkan harga barang dan jasa yang masuk ke dalam perdagangan internasional. Biasanya barang yang sama dihasilkan dan di pakai di negara berkembang adalah lebih murah di bandingkan dengan negara maju.

Pendapatan Per Kapita Sebagai Indeks Perkembangan

Kesulitan penghitungan pendapatan nasional, penentuan sebagai batas maju dan belum maju adalah tidak tepat. Tetapi pendapatan perkapita tetapa di pakai sebagai indeks perkembangan karena:

  1. Pendapatan per kapita merupakan indeks tunggal yang kita punyai.
  2. Memang tujuan pembangunan adalah untuk meningkatkan pendapatan dan menghilangkan kemiskinan.
  3. Pendapatan per kapitaaa merupakan petunjuk yang cukup baik bagi struktur ekonomi dan sosial masyrakat.

Di samping rendahnya pendapatan, negara sedang bbberkembang biasanya menghadapi beberapa hal diantaranya:

  1. Tingkat pengangguran yang tinggi
  2. Distribsi pendaptan lebih tidak merata
  3. Tingkat kesehatan, gizi, pendidikan relatif rendah.

 I.       PENGANGGURAN

Penanggulangan penganguran telah merupakan pokok kebijaksanaan bagi negara sedang berkembang dan negara maju. Underemployment dan disguised unemployment telah bergeser kekota dalam bentuk pengangguran terbuka.

Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya pengangguran di kota-kota ialah:

  1. Banyaknya tenaga yang pindah dari desa kekota.
  2. Kota tak mampu menampung tenaga, karena kekurangan faktor produksi lain (terutama kapital)

Perpindahan tenaga kerja ini berhubungan dengan push factors dan full factor (kekuatan yang mendorong dan yang menarik untuk pindah dari desa kekota.

J.      DISTRIBUSI PENDAPATAN

Dari berbagai studi di temukan bahwa:

  1. Distribusi pendapatan lebih tidak merata di negara sedang berkembang dari pada negara maju.
  2. Trend distribusi pendapatan akan semakin merata, semakin maju suatu perekonomian.
  3. Dengan harga tahun 1975, ternyata negara yang berpenghasilan per kapita $500 ke atas distribusi pendapatannya semakin merata.
  4. Perkembangan di negara sedang berkembang banyak menguntungkan golongan kecil saja (20% terkaya)
  5. Ada dua pengertian: pandapat absolut dan pendapat relatif. Di negara miskin golongan yang termiskin pasti miskin sekali, sedangkan dinegara maju yang termiskin mungkin masih lebih kaya dari golongan menengah dinegara miskin.

 K.    TEKANAN PENDUDUK

Dalam masyarakat Eropa Barat terjadi beberapa hal :

1. Pada masa sebelum revolusi industri

Dalam masa ini kenaikan jumlah penduduk terjadi secara lamban dikarenakan adanya bencana alam maupun perang yang berkecamuk. Tingkat kematian dan kelahiran seimbang yaitu kedua-duanya tinggi.

2. Setelah revolusi industri ( perdamaian )

Setelah terjadinya perdamaian menyusul dengan baiknya sistem peraturan, perdagangan yang semakin lancar, bencana-bencana berkurang yang berpengaruh pada naiknya tingkat kematian karena urbanisasi. Yang akhirnya mengakibatkan kesehatan masyarakat tidak banyak diperhatikan.

3. Perbaikan dalam bidang ekonomi dan sosial

Perbaikan ini misalnya : larangan kerja bagi anak-anak dan perbaikan kesehatan, yang berdampak pada turunnya tingkat kematian dan kemudian menyusul turunnya tingkat kelahiran karena pengaruh dari perkembangan yang mengubah sikap-sikap manusia menjadi semakin rasionalistis yang terjadi secara perlahan-lahan.

4. Periode antara perang dunia I dan depresi ( 1930 )

Dalam periode ini terjadi pengangguran besar-besaran, maka mereka memandang bahwa tingkat kelahiran yang sudah rendah dianggapnya menjadi tinggi, sehingga terjadinya ketakutan, hal ini akan berpengaruh pada turunnya tingkat kelahiran.

5. Sesudah perang dunia berakhir

Karena kemajuan-kemajuan dibidang materi maka tingkat kelahiran akan naik kembali, sedang tingkat kematian tetap turun, sehingga jumlah penduduk mulai bertambah lagi secara drastis.

Masalah-masalah yang berhubungan denga tekanan penduduk itu sendiri adalah:

1. Masalah kelebihan penduduk (Overpopulation)

Keadaan ini terjadi di negara berkembang. Dalam negara berkembang itu sendiri kecepatan produksi belum dapat mengimbangi cepatnya tambahan penduduk. Di negara yang belum maju yang pada terdapat lingkaran setan, yang bermula dari kelebihan penduduk di desa-desa, maka ada keharusan untuk mengembangkan industri dan usaha-usaha sekunder. Dengan naiknya jumlah penduduk, maka produksi makanan harus diperluas dan ini akan menghisap kelebihan daya beli yang sebenarnya untuk membeli barang-barang pabrik. Jadi daya beli untuk barang-barang industri tidak ada karena digunakan untuk membeli makanan, sedangkan kelebihan penduduk itu harus diimbangi dengan produksi barang-barang industri supaya tercipta kesempatan kerja. Bahaya kelebihan penduduk ini dapat dihindari dengan migrasi, transmigrasi, dan mengubah cara hidupnya.

2. Pengawasan jumlah penduduk

Dalam hal penguranagn tingkat kelahiran terdapat banyak kesulitan, diantaranya adalah:

a. Kesulitan psikologis, yakni kesulitan untuk membuat penduduk meyesuaikan diri dengan perkembangan ekonomi.

b. Sikap negatif dari masyarakat dan kaum intelektual terhadap pembatasan besranya keluarga.

3. Masalah kemanusiaan

Halangan-halangan perkembangan ekonomi dari aspek kemanusiaan ialah:

a. Saat dimulainya perkembangan ekonomi yaitu pada tingkat perkembangan produktivitas dan pendapatan awal. Dalam hal ini ada kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang cepat sehingga mempunyai tingkat yang sama dengan standar / tingkat kemakmuran sosial di negara maju.

b. Cara memecahkan kesulitan yang masih bersifat tradisional. Termasuk juga membiayai sanak saudara merupakan kewajiban.

c. Kepercayaan terhadap orang lain sudah semakin berkurang.

d. Kehidupan tradisional tidak begitu saja dapat didorong untuk maju dengan insentif-insentif ekonomi.

e. Kebanyakan orang terpelajar di negara yang sedsang berkembang lebih suka bekerja di bidang administrasi.

Jadi, syarat atau faktor yang terpenting untuk mengembangkan dan mendorong perkembangan ekonomi adalah penyesuaian sikap-sikap diatas terhadap perkembangan ekonomi.

 L.     TANAH DAN PENGGUNAANNYA

Tanah yang cocok untuk pertanian merupakan faktor penting untuk perkembangan ekonomi bagi negara-negara terbelakang atau negara sedang berkembang.

1. Sistem sewa tanah secara tradisional

Produktifitas yang rendah tersebut disebabkan karena sistem sewa tanah secara tradisional yakni, penyewa tanah tidak punya dorongan untuk memperbaiki atau menjaga kesuburan tanah, meskipun mereka tahu bagaimana mengerjakannya. Setiap kenaikan produksi hanya akan menguntungkan tuan tanah saja, dan bagi petani tidak akan mendapatkan kenaikan hasil apa-apa, sehingga daya beli mereka tetap rendah dan ini merupakan penghalang bagi industrilisasi berikutnya.

2. Land reform

Tanah-tanah luas yang dimilki oleh perseorangan juga menyebabkan tingkat produksi yang rendah karena penggarapan tanah yang terlalu luas hanya membuahkan keidakefisienan. Karena itu bagi negara terbelakang, dalam banyak hal baik untuk alasan ekonomi maupun sosial, land reform sangatlah perlu. Land reform adalah pembagian hak milik tanah luas diantar para petani, dengan atau tanpa kompensasi bagi pemilik yang lama. Agar land reform berhasil maka harus ada petunjuk-petunjuk bagi petani tersebut di bidang teknik, keuangan, baik dari koperasi maupun pemerintah. Misal di India, land reform untuk mengatasi kesulitan dalam menaikkan produksi pertanian karena adanya warisan dan untuk menghilangkan penghisapan dan ketidakadilan di dalam sistem pertanian.

Land reform ini setidak-tidaknya telah dicanangkan hamper semua negara sedang berkembang. Yang mana cara-cara yang dilakukan oleh setiap negara berbeda-beda tergantung pada keadaan alam dan keadaan sosial. Dilihat dari sisi ekonomi makro akan terjadi penurunan hasil pertanian bagi penduduk kota karena konsumsi bahan makanan oleh petani-petani biasanya tinggi. Sekali mereka dibebaskan dari pembayaran sewa yang tinggi yang artinya ada kenaikan penghasilan, maka jumlah bahan makanan untuk kota-kota dan ekspr akan berkurang karena meningkatnya konsumsi bahan makanan di sektor pertanian. Selain itu land reform dapat menyebabkan adanya kesulitan dalam neraca pembayaran internasional, walaupun demikian sudah tentu akan diusahakan untuk mengatasi segala kesulitan yang timbul. Land reform perlu ada follow up nya untuk membantu petani yaitu dengan mengadakan kredit untuk pembelian pupuk, alat-alat serta perbaikan tanah, dan lainnya. Jadi intinya diperlukan bantuan berupa petunjuk-petunjuk dan bantuan keuangan.

M.   PERKEMBANGAN MASYARAKAT DESA

Pembangunan masyarakat desa bisa diartikan sebagai suatu proses di mana orang-orang di situ bersama dengan pejabat-pejabat pemerintah berusaha untuk memperbaiki keadaan perekonomian, sosial dan kebudayaan dalam masyarakat yang bersangkutan, mengintegrasikan masyarakat ini dalam kehidupan bangsa dan dapat membantu membangun bangsa dan negara.

Pembangunan masyarakat desa meliputi dua unsur yaitu: ikut serta penduduk sendiri dalam usaha untuk memperbaiki tingkat hidupnya dengan dengan inisiatif mereka sendiri dibarengi dengan bantuan-bantuan teknik serta lain-lain bantuan sedemikian rupa sehingga memajukan inisiatif mereka untuk berusaha sendiri dan saling  membantu.

Mengenai hasilnya, pembangunan masyarakat desa membantu memberantas buta huruf dan meningkatkan kesehatan. Dengan usaha-usaha sendiri dan bantuan teknis, maka sekolah-sekolah dan politeknik-politeknik serta organisasi sosial dapat didirikan. Kegiatan tersebut juga dapat menaikkan perekonomian dalam jangka panjang.

N.    TABUNGAN DALAM NEGERI DAN PEMBENTUKAN KAPITAL

Kurangnya tabungan yang bisa digunakan untuk Investasi adalah penghalang utama dalam bagi perkembangan perekonomian yang cepat. Rasio antara investasi dan output (Capital Output Ratio) bukan satu-satunya alat yang menentukan perkembangan ekonomi. Bantuan luar negeri yang diberikan pada negara sedang berkembang, telah memberi kejutan pertumbuhan perekonomian pada abad 19.

Tetapi bagaimanapun pentingnya modal asing, perkembangan perekonomian yang sehat dan stabil tak dapat didasarkan pada semata-mata pada kapital luar negeeri. Pembangunan ekonomi hendaknya didasarkan pada sumber-sumbeer ekonomi dri dalam negeri.

1. Tabungan

Bagi beberapa negara sedang berkembang tabungan untuk investasi lebih dari 10% dari pendapatan nasional. Untuk meningkatkan investasi itu, maka usaha-usaha pokok yang dapat dilakukan adalah dengan pengembangan tabungan dalam negeri baik tabungan yang berasal dari swasta maupun pemerintah.

Penyaluran tabungan ke investasi dapat melalui beberapa cara, yaitu melalui sitem perbankan. Sistem perbankan yang baik memerlukan syarat atau aturan berikut:

a. Bank harus memiliki modal minimum yang cukup tinggi.

b. Semua bank tersebut sebaiknya merupakan subordinasi dari Bank Sentral ( Bank Indonesia ).

c. Bankbank harus menahan atau mempunyai persediaan minimum dalam bentuk kas atau deposito pada bank sentral.

d. Bank sentral hendalnya mampu mengadakan pengawasan terhadap pemilihan kredit misalnya membatasi atau melarang pinjaman untuk spekulasi dan untuk konsumsi.

e. Lamanya pinjaman bank harus dibatasi dan pinjaman jangka panjang tidak boleh diberikan oleh bank-bank umum.

f. Pinjaman jangka sedang dapat diberikan tetapi dengan syarat khusus.

g. Lembaga-lembaga khusus harus pula diadakan untuk pemberian kredit jangka panjang kepada pertanian dan industri, tetapi juga harus bertanggung-jawab terhadap bank sentral.

2. Pajak

Terlepas dari tabungan, maka pajak adalah suatu metode untuk menarik dana dari konsumsi dan menjadikannya tersedia bagi investasi yang produktif. Prinsip perpajakan yang dapat diterapkan bagi negara yang belum maju adalah sebagai berikut:

a. Hendaknya faktor kelembagaan dan sistem hukum di negara belum maju ikut merumuskan atau ikut memberi saran bagaimana pajak itu sebaiknya diginakan.

b. Pertimbangan tentang pajak hendaknya di samping didasarkan pada kekuatan politik juga pada kekuatan sosial, ekonomi dan lembaga-lembanga yang ada di masyarakat.

c. Saran-saran tentang pajak hurus sesuai dengan kapasitas administrasi sehingga pajak dapat dijalankan dengan baik dan layak.

d. Besar pajak hendaknya dibedakan antara proyek yang penting dengan yang tidak penting bagi pembangunan.

3. Inflasi

Inflasi adalah cara yang menarik sebagai alat pembelanjaan pembangunan, juga semacam pajak tak tampak yang mengurangi konsumsi dengan menaikkan harga-harga barang dan jasa. Pemerintah dapat menciptakan inflasi dengan menambah jumlah uang yang beredar.metode ini baik untuk permulaan tetapi untuk jangka panjang akan membawa penderitaan terutama bagi mereka yang berpendapatan tetap.

O.    KEWIRASWASTAAN

Wiraswasta merupakan kunci dalam pembangunan ekonomi,. Ia adalah orang yang mempunyai kemampuan mengkombinasikan dengan tepat faktor-faktor produksi yang ada dalam negeri dan mampu menarik faktor produksi dari luar negeri.

Ada beberapa perbedaan pendapat mengenai sifat fungsi wiraswasta dalam teori ekonomi, dalam perekonomian yang dikuasai negar dan wiraswasta dalam negara sedang berkembang.

  1. Wiraswasta dalam Teori Ekonomi: Ekonomi klasik memandang wiraswasta dalam hubungannya dengan resiko dan keuntungan. Ia menanggung resiko yang tidak terbatas yang hal ini memungkinkan keuntungan yang tidak terbatas.
  2. Kewiraswastaan pada Perekonomian Kapitalis: Dalam sistem ekonomoi bebas adanya wiraswasta tergantung pada tingkat keuntungan dan iklim atau suasana sosial. Kemungkinan untuk memperoleh keuntungan pada tingkat yang dianggap cukup dengan mengingat tingkat bunga dan besarnya resiko merupakan syarat penting untuk menarik wirasawasta.
  3. Kewiraswastaan pada perekonomian yang dikuasai pemerintah: Di negara di mana perekonomian sepenuhnya dikuasai oleh pemerintah, wiraswasta yang kreatif dan beremotivasi disentralisir dalam badan-badan pemerintah bagian perencanaan.
  4. Kewiraswastaan di negara sedang berkembang: Negara sedang berkembang tidak mengalami kekuatan semangat berdagang, sehingga wiraswasta sebaiknya diperluas tidak hanya dalam bidang perdagangan tetapi juga dalam bidang-bidang pembangunan.

 P.     PRIORITAS DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI    

Pembangunan ekonomi seharusnya dirancang sedemikian rupa sehingga menjamin penggunaan faktor-faktor produksi yang ada dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan. Karena itu pemilihan kebijaksanaan pembangunan harus ditentukan atas dasar sifat dan tujuan yang berbeda-beda yang hendak dicapai seperti tambahnya pendapatan per kapita, hapusnya pengangguran, mencapai neraca Pembayaran Internasional yang seimbang, dan tidak tergantung pada pasar luar negeri baik untuk bahan-bahan dasar maupun untuk hasil produksinya.

Bila beberapa tujuan tersebut di atas itu hendak dicapai maka kebijaksanaan ekonomi hendaknya disesuaikan dengan kepentingan komparatif masing-masing negara yang bersangkutan.

Karena prioritas-prioritas ini berbeda-beda antara negara yang satu dengan yag lain, maka politik pembangunan juga berbeda-beda, meskipun di antara negara-negara itu pada saat dimulainya pembangunan dalam keadaan yang sama. Jadi meskipun Republik Cina (RRC) dan India dalam banyak hal mempunyai keadaan yang sama sebelum pembangunan, tetapi pola pembangunan mereka berbeda-beda.

Karena faktor-faktor yang ada untuk perkembangan terutama kapital untuk investasi pada umumnya tidak mencukupi, maka untuk mencapai tujuan pembangunan diadakan pemilihan prioritas. Di banyak Negara prioritas ini disusun dalam suatu rencana pembangunan, demikian pula dengan Indonesia. Ingat Pembangunan Nasional Semesta Berencana 1961/1969, Repelita I 1969/1970 – 1973/1974 sampai dengan Repelita VI 1994/1995 – 1995 – 1999/2000.

Teknik perencanaan pembangunan yang teliti merupakan bagian penting dari politik pembangunan dan dapat menjadi petunjuk dalam pemilihan proyek-proyek atau kegitan yang paling cocok. Prinsip pokok pembangunan  yang rasional ialah untuk menjamin pengangguran faktor produksi yang ada dengan cara yang paling efektif, terutama Karena kelangkaan faktor produksi seperti halnya dewngan kapital. Tetapi meskipun demiakian sepertitelah dikatakan oleh Higgins, adalah jika satu memilih prioritas investasi hanya berdasar pada capital output ratio (COR) yang serendah mungkin. Yang tak dapat diukur dengan berapa kerugian yang diderita dalam persaingan dengan industri lain dengan industri baru:

  1. Industri atau Pertanian?
  2. Perlahan-lahan atau Besar-besaran (Gradual ataukah Big-Push)
  3. Pembangunan Seimbang ataukah Pembangunan Tidak Seimbang (Balanced Growth atau Unbalanced Growth)
  4. Fasilitas Prasarana Umum (Social Overhead Capital

Q.    ASPEK INTERNASIONAL DALAM PEMBANGUNAN

Perkembangan ekonomi akan mengakibatkan perubahan dalam komposisi perdagangan internasional. Pembangunan negara sedang berkembang biasanya diikuti dengan kenaikan impor bagi negara-negara tersebut. Berkembangnya investasi dicerminkan oleh kenaikan permintaan akan barang-barang untuk investasi termasuk mesin-mesin dan sebagainya.

Berhubungan dengan banyaknya impor tersebut, dalam banyak hal akan menimbulkan kesulitan dalam neraca Pembayaran Internasional. Di samping impor barang-barang kapital juga biasanya diimpor pula barang-barang konsumsi. Oleh karena itu tampaknya volume perdagangan internasional dari negara sedang berkembang meningkat bersama-sama dengan kemajuan yang dialaminya.

Bagi negara belum maju sekarang ini, tampak bahwa bidang perdagangan luar negeri masih tergantung pada pasar dunia. Negara-negara tersebut mengekspor barang-barang primer untuk keperluan impornya.Macam barang yang diekspor masih sedikit sehingga kerapkali mengalami kesulitan-kesulitan Neraca Pembayaran Internasional.

Mengenai harga pasar telah diusahakan stabilisasinya supaya dasar tukar tidak memburuk. Usaha-usaha itu misalnya melalui persetujuan timah internasional (International Tin Agreement), persetujuan gula (Sugar Agreement) organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) dan sebagainya.

Pada hakikatnya aspek internasional dalam pembangunan ekonomi negara sedang berkembang dalam hubungannya dengan negara-negara industri yang telah maju ialah bahwa Negara sedang berkembang dapat mendatangkan alat-alat kapital dari negara maju. Kestabilan harga di pasar dunia juga banyak mempengaruhi kegiatan-kegiatan ekspor negara belum maju terutama ekpor produksi primer. Investasi modal asing juga dapat membantu Negara sedang berkembang. Tetapi hal ini membutuhkan banyak syarat antara lain adanya kestabilan politik, dan keamanan di negara sedang berkembang tersebut.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.    KESIMPULAN

Pembangunan ekonomi meliputi kegiatan yang kompleks cara-cara yang ditempuh negara maju tidak dapat diterapkan di negara sedang berkembang. Karena negara maju memiliki proses perkembangan yang berbeda dengan negara sedang berkembang. Pemerintah memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi bagi negara sedang berkembang daripada negara maju pada awal perkembangannya. Masalah yang dihadapi negara yang sedang berkembang adalah penduduk yang padat, angka kematian turun sedangkan anka kelahiran tetap pada tingkat semula, kesulitan lain perkembangan ekonomi ialah adanya adat istiadat yang sukar diubah, pembentukan wiraswasta yang kreatif dan dinamis juga merupakan masalah bagi negara berkembang kerena  selalu terhalang dengan keadaan sosial dan faktor kebudayaan. Maka dari itu pembangunan masyarakat desa merupakan cara yang baik untuk memulai maengubah masyarakat dari kurang produktif ke masyarakat yang produktttttif melalui indrustrialisasi. Hubungan ekonomi degan luar negeri mempunyai pengaruh yabng besar untuk perkembangan ekonomi. Pembangunan ini mendorong pertumbuhan perekononmian dunia, melalui perluasan perdagangan internasional.

B.     SARAN

  • Karena kondisi negara yang sedang berkembang berbeda dengan kondisi negara maju maka upaya untuk melaksanakan pembangunan ekonomi itu hendaknya tidak disamakan.
  • Kegiatan pembangunan ekonomi diupayakan untuk menghapuskan kesenjangan sosial yang ada di masyarakat jadi tidak menguntungkan satu pihak saja.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Irawan dan Suparmoko.2002.Ekonomika Pembangunan.Yogyakarta: BPTE Yogyakarta

 

Martono, trisno.2008.Ekonomi Pembangunan.Surakarta:UNS Press

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s