TIPE-TIPE PERKEMBANGAN EKONOMI (MAKALAH EKONOMI PEMBANGUNAN)

Posted: 6 May 2013 in Ekonomi Pembangunan

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    LATAR BELAKANG

Di dunia ini segala sesuatu mengalami suatu perkembangan, tidak terkecuali perekonomian. Perkembangan ekonomi di Negara satu dengan Negara yang lain memiliki tipe-tipe yang berbeda. Perbedaan tersebut terjadi karena berbagai faktor, diantaranya faktor sumberdaya alam, kapital dan teknologi. Bagi Negara maju faktor kapital dan teknologi memang lebih berperan dalam membentuk tipe perkembangan ekonomi, namun faktor sumberdaya alam seperti sector pertanian juga bias dimanfaatkan sebagai pendorang pembangunan ekonomi sehingga dalam masalah ini Negara-negara maju lebih mudah dalam pencapaian tipe-tipe perkembangan ekonomi.

Tipe perkembangan ekonomi yang telah dicapai Negara-negara di dunia tidak dapat begitu saja ditiru oleh Negara-negara sedang berkembang. Walaupun ada beberapa aspek yang bersamaan, tetapi pada dasarnya berbeda, baik keadaan maupun tujuanya. Oleh karena itu, timbul suatu permasalahan bagaimana Negara-negara berkembang mampu menyaingi perkembangan ekonomi di Negara-negara maju.

B.     TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN

Tujuan kami menulis makalah dan mengangkat Tema mengenai “TIPE-TIPE PERKEMBANGAN EKONOMI” ini adalah guna memenuhi  tugas mata kuliah Ekonomi Pembangunan.

Manfaat penulisan makalah ini adalah untuk memperluas wawasan kami dan pembaca tentang apa saja dan bagaimana Tipe-tipe Perkembangan Ekonomi yang ada.

C.    RUMUSAN MASALAH

  1. Bagaimana Perkembangan ekonomi di negara-negara barat “pembangunan secara spontan” ( spontaneous development )?
  2. Tipe-tipe Perkembangan ekonomi Jepang ( indoced development ) itu bagaimana?
  3. Bagaimana Perkembangan ekonomi Soviet Uni ( forced development )?
  4. Bagaimana dengan Tipe-tipe Perkembangan ekonomi di negara sedang berkembang?


 

 

BAB II

PEMBAHASAN

TIPE-TIPE PERKEMBANGAN EKONOMI

 

Tipe perkembangan ekonomi yang telah dicapai Negara-negara di dunia tidak dapat begitu saja ditiru oleh Negara-negara sedang berkembang. Walaupun ada beberapa aspek yang bersamaan, tetapi pada dasarnya berbeda, baik keadaan maupun tujuanya. Gambaran dari tipe-tipe perkembangan ekonomi antara lain:

A.    PERKEMBANGAN EKONOMI DI NEGARA-NEGARA BARAT “PEMBANGUNAN SECARA SPONTAN” ( Spontaneous Development )

Keadaan yang statis pada abad pertengahan disebabkan oleh faktor-faktor non ekonomis. Faktor-faktor tersebut diantaranya:

  1. Akumulasi capital yang didasarkan atas pinjaman yang berbunga terlarang karena alasan agama dan pinjaman hanya untuk konsumsi bukan produksi.
  2. Struktur masyarakat didasarkan atas agama dan paham feodal bukan atas nilai matriil dan ekonomis.
  3. Produksi dibatasi dan diatur yang berhubungan dengan kualitas dan harga yang disebabkan karena konsumen masih bersifat lokal dan tidak cukup tersedia transportasi.

Perkembangan perdagangan baru mulai meluas setelah adanya perang salib dan itupun hanya di daerah Mediteranian saja di daerah lainya belum memperbaiki keadaan ekonominya karena adanya angggapan bahwa:

  1. Kegiatan ekonomi belum merupakan usaha yang penting karena yang dianggap penting adalah usaha kesenian dan artistic.
  2. Kekayaan bukanlah hal yang penting tetapi kemiskinan dan penderitaan malah diangggap dapat menaikkan derajat.
  3. Belum atau tidak adanya pengertian akan adanya kemungkinan kemajuan.

Namun,anggapan-anggapan tersebut dapat dirubah oleh Renaisssance, dimana orang mengubah asio ( pikir ) yang mendoronng perkembangan ilmu pengetahuan untuk kemajuan teknologi. Akhirnya reformasi ini sedikit demi sedikit dapat mendobrak hal-hal yang dapat menghalangi adanya perkembangan ekonomi.

Faktor-faktor yang mendorong perkembangan ekonomi antara lain:

  1. Adanya penemuan-penemuan didaerah baru,
  2. Kenaikan produktivitas dibidang pertanian.

Pada mulanya ± abad yang lalu, perubahan ekonomi sangat lambat hal ini disebabkan karena sulitnya mengubah cara pikir terutama orang pedalaman. Tapi tak lama kemudian perubahan-perubahan mulai tampak terlihat dengan semakin banyaknya pengusaha dan terdapatnya perubahan politik pemerintah

Periode perkembangan yang pesat mulai terjadi di Eropa Barat dengan adanya revolusi Inggris pada akhir abad XVIII. Penemuan-penemuan baru dibidang teknologi dalam industri dan pertanian. Perkembangan yang pesat dalam investasi permulaan industrialisasi adalah adanya akumulasi capital class entrepreneur yang memperoleh keuntungan dari perdagangan luar negeri.

Salah satu faktor perkembangan terpenting untuk perkembangan ekonomi yang sangat pesat ialah adanya kemajuan dibidang transportasi. Jadi transportasi mendorong produksi industri dan pertanian untuk pasar nasional dan internasional. Perkembangan tersebut diperlancar dengan adanya kebebasan berusaha. Perkembangan ini berjalan dengan cepat samapi perang Dunia I. Konsentrasi pendapatan ada pada klass entrepreneur. Pendapatan pada umumnya tidak dikonsumsi tetapi diinvestasikan kembali. Keadaan ini mengakibatkan akumulasi perkembangan yang pesat dalam produksi, produktivitas, perdagangan luar negeri, dan pendapatan nasional.

Jadi perkembangan ekonomi di Negara barat pada permulaan memang lambat yang prosesnya memang tidak dapat diduga tanpa petunjuk  dan hanya kadang-kadang dibantu oleh pemerintah. Modernisasi pertama dapat menaikkan hasil produksinya sehingga dapat mensupply bahan makanan dan tenaga kerja disektor industri. Akhirnya, kemajuan sebagian hasil teknologi dapat dilihat dari kenaikakan produksi untuk pasar dalam kenaikkan produksi dalam pasar dalam negeri dan luar negeri.

Sumber dari perkembangan ini berasal dari class entrepreneur yang menanamkan kembali keuntunganya, menyebabkan tabungan dalam negeri yang makin meningkat investasi serta diimbangi dengan perluasan pasar yang cepat terutama menguntungkan bagi industri yang memproduksi secara massal.

B.     PERKEMBANGAN EKONOMI JEPANG ( Indoced development )

Perkembangan ekonomi di negara-negara Barat dipimpin dan dibiayai oleh sektor swasta. Jepang mengalami perkembangan ekonomi yang diatur dan dipimpin oleh pemerintah dengan menggunakan kelas feodal sebagai alat dan dengan bantuan pemerintah menjadikan kelas tersebut sebagai kelas wiraswasta. Perkembangan ekonomi ditujukan untuk memodernisasi dan memperkuat kedudukan militer, politik, dan organisasi ekonomi untuk menanggulangi pengrongrongan dari Barat. Jadi kekuatan merupakan tujuann pokok pembangunan ekonomi. Struktur social dan system yang lama serta ketaatan kelas rendah terhadap pemerintahnya.

Jepang tidak mempunyai revolusi harapan yang menaik (revolution of rising expectation). Untuk masa yang lama penduduk  tetap mempunyai tingkat konsumsi yang rendah. Penduduk pada umumnya taat dan disiplin, sehingga memudahkan perencanaan pemerintah Jepang pada waktu itu belum mengalami kelebihan penduduk. Politik pembangunan ekonomi betul-betul direncanakan dan dilaksanakan sehingga berhasil merealisiasi tujuan seperti memodernisasi dan mengadakan ekspansi ekonomi.

Pemerintah memelopori dalam mengadakan investasi baik dalam sektor industri dan perbankan. Pajak-pajak sangat mendorong untuk mengerjakan tanah secara efisien, dan ternyata produksi pertanian menanjak dari tahun 1773-1900. Free entreprice (usaha bebas) dianggap sebagai metode yang paling efisien dalam memodernisasi perekonomian. Pemerintah mengambil inisiatif (prakarsa) dalam perkembangan industri. Investasi besar-besaran baik dibidang transpor maupun dibidang industry dasar (besi-baja) oleh pemerintah adalah menyiapkan jalan untuk investasi swasta. Pemerintah memelopori pula dibidang perbankan dan pertanian. Bank-bank tidak ragu-ragu member pinjaman jangka panjang.

Usaha-usaha swasta dengan cepat dapat mengikuti jejak pemerintah. Pendidikan diperluas dengan bantuan pemerintah. Jepang merupakan contoh negara yang diperintah oleh kaum feudal yang telah menyesuaikan diri dibawah pimpinan pemerintah ke perekonomian kapitalis. Berhasilnya perkembangan ini juga karena faktor psikologi dimana penduduk tetap disiplin dan taat kepada pemerintah. Pemerintah mengambil peranan yang sangat penting  dan sektor swasta mengikutinya dan kemudian dapat mengambil alih usaha pemerintah. Biaya-biaya pembangunan dirasakan berat terutama oleh golongan yang berpendapat rendah seperti petani dan buruh.

 C.    PERKEMBANGAN EKONOMI SOVIET UNI ( Forced Development )

Eropa dan Jepang meskipun ada bedanya dalam proses perkembangan tapi pada dasarnya mempunyai kesamaan yaitu keduanya berdasar pada perusahaan suwasta dan milik swata. Sedangkan perkembangan perekonomian Rusia didasarkan pada pemilikan dan pengawasan pemerintah seluruhnya. Pada revolusi 1917 Partai Komunis Rusia belum mempunyai blue print (rencana) untuk perkebangan. Politik perekonomian dalam 10 tahun pertama tampak adanya kurang persiapan. Dengan sistem ini keadan perekonomian menjadi mundur, produksi di sektor industri dan pertanian turun, sehingga terjadi bahaya kelaparan pada tahun 1911- 1922. Tahun 1921 diadakan Kebijaksanaan Ekonomi Baru (New Economic Policy). Ini merupakan suatu perubahan, dengan diperkenalkan sistem perekonomian campuran.  Sedangakn negara tetap mengawasi dan menguwasai sektor-sektor strategis Vital, yaitu semua mekanisme berskala besar, industri pertambangan, perbankan, dan monopoli perdagangan luar negeri. Di bawah sistem ini perekonomian menjadi baik kembali seperti pada tingkat produksi semula.

Perubahan politik yang dimenangkan oleh stalin terhadap Trosky, maka ekonomi juga mengalami perubahan. Rencana lima tahun bertujuan untuk mengubah struktur perekonomian yang bersifat pertanian menjadi industri. Tujuan lain dicapai dengan kolektivikasi aset dengan tujuan terutama hendak menghilangkan halangan-halangan yang disebabkan oleh adanya kepala batu petani perorangan yang telah menjadi kaya di bawah kebijakan ekonomi baru. Industri terjadi pada periode antara tahun 1927 – 1940 di mana investasi ke sektor industri sebesar 28 – 30% dari pendapatan nasional. Dan 80% dari investasi tersebut di arahkan ke industri barang-barang kapital. Akibat produksi barang-kapital lebih besar di banding barang-barang konsumsi Rencana Pembangunan 5 tahun dimulai tahun 1927/1928. Perkembangan ekonomi di negara-negara Barat lambat dan membutuhkan sumber-sumber kapital besar serta pengetahuan teknis yang masak. Kedua faktor tersebut (kapital dan teknologi) relatif lebih sedikit di negara-negara sedang berkembang. Perkembangan di Jepang lebih cepat karena semangata kebangsaannya, dan semangat tersebut terdapat pula di negara sedang berkembang. Sedangkan di Rusia perkembangan yang pesat di sektor industri terutama industri berat dicapai dengan penekanan tingkat konsumsi.

D.    PERKEMBANGAN EKONOMI DI NEGARA SEDANG BERKEMBANG

Masalah yang dihadapi oleh negara yang sedangberkembang sebenarnya telah dipersoalkan sejak selesainya perang dunia II. Untuk menyelesaikan masalah tersebut maka diharuskan untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya masalah tersebut kemudian diselidiki perspektif sejarah bagaimana masalah itu dipersoalkan.

  1. Asal mula ekonomi dualistis ( dual economy )

Ekonomi dualistis ialah salah satu sifat pokok dari perekonomian di negara sedang berkembang. Ekonomi dualistis adalah industri ekspor yang terpadu dengan perekonomian dunia yang sudah menggunakan sistem modern dan disamping itu ada kegiatan-kegiatan yang masih mempunyai tingkat subsitem ( pertanian tradisional dan kerajinan ) biasanya sektor ini memproduksi barang-barang untuk pasar lokal dan terpisah dari perekonomian pasar modern.

Terjadinya hal ini diawali dengan pada akhir abad 19 negara-negara industri seperti Jepang, meluaskan kekuasaannya sampai ke seluruh dunia khususnya kenegara yang sedang berkembang. Awalnya bertujuan untuk berdagang tetapi kemudian memperoleh kekuasaan oleh karena itu Jepang dapat memperoleh lebih banyak bahan-bahan yang mereka butuhkan. Dengan cara memaksa petani setempat untuk menanam tanaman tertentu yang mereka butuh.

Gambaran negara berkembang pada saat itu semua negara tersebut memproduksi serta ekspor terutama pada produksi primer ( bahan makanan dan bahan mentah ). Kegiatan perekonomian dalam negeri hanya ditujukan oleh ekspor dan kepentingan pendududk setempat tidak diperhatikan. Karena makin lama ekspor semakin surplus bagi penjajah maka keadaan ini akan mengganggu kestabilan perekonomian karena berpengaruh oleh fluktuasi harga pasar dunia. Karena perekonomian negara berkembang sangat tergantung dengan perekonomian dunia yang dikuasai negara-negara barat, maka investasi negara berkembang diluar negeri atau ekspor lebih tinggi dibandingkan investasi yang ditujukan untuk pasar dalam negeri.

  1. Periode antara perang dunia I dan II “Turunnya kekuasaan barat”

Dampak perang dunia I dan II bagi negara berkembang adalah:

a. Menaikkan permintaan bahan mentah industri dan makanan dari negara sedang berkembang.

b. Pengurangan ekspor barang konsumsi ke negara sedang berkembang.

Hal tersebut mendorong negara berkembang untuk melaksanakan industrialisasi. Dengan tujuan supaya tidak tergantung lagi pada luar negeri, agar mampu menampung pengangguran.

  1. Periode sesudah perang dunia II “ perkembangan Internasional”

Setelah perang dunia II terjadi perubahan pandangan tentang perkembangan ekonomi.Negara maju menyadari bahwa perkembangan ekonomi merupakan tujuan penting. Maka dari itu mereka menarh perhatian terhadap negara sedang berkembang. Negara berkembang mengimpor barang konsumsi dan barang capital untuk keperluan perang dengan pembelian secara kredit. Untuk membantu negara sedang berkembang negara maju membentuk IBRD ( international bank for reconstruction and development ) untuk mendorong investasi di negara tersebut. Kemudian dibentuk FAO ( food and agricultur organization ) dan ITO    ( international trade organization ). Kedua badan dibentuk dengan memiliki tujuan yang menguntungkan bagi negara yang sedang berkembang.

Setelah perang dunia II berakhir keadaan negara berkembang tidak mengalami kemajuan karena devisa yang dimiliki oleh negara berkembang sedah tidak banyak lagi manfaatnya. Hal tu disebabkan karena harga barang impor dari Amerika naik sehingga pembangunan ekonomi mengalami kelambatan. Keadaan ekspor produksi primer mengalami penurunan. Karena adanya persaingan dari bahan-bahan sintesis. Selain itu, adanya proteksi di negara maju sehingga dasar tukar dinegara berkembang makin lemah. Bantuan untuk negara sedang berkembang itu ada tetapi jumlahnya tidak sesuai yang dibutuhkan. Bantuan  berupa capital saja bagi negara berkembang tidaklah efektif tanpa diimbangi dengan faktor-faktor lain seperti keterampilan manusia dan kemampuam memimpin karena faktor ini sangat kurang dinegara berkembang.


BAB III

PENUTUP

 A.    KESIMPULAN

  1. Tipe perkembangan ekonomi yang telah dicapai Negara-negara didunia tidak dapat begitu saja ditiru oleh Negara-negara sedang berkembang.
  2. Tipe-tipe perkembangan ekonomi yang telah dicapai dinegara-negara didunia antara lain:

Perkembangan ekonomi dinegara barat (Spontaneous evelopment)

Perkembangan ekonomi Negara jepang (Indoced development)

Perkembangan ekonomi Soviet Uni (Forced development)

Perkembangan ekonomi dinegara-negara berkembang

3.         Faktor-faktor yang mendorong perkembangan ekonomi di negara barat antara lain: Adanya penemuan-penemuan didaerah baru dan Kenaikan produktivitas di bidang pertanian.

 

B.     SARAN

  1. Karena perkembangan ekonomi di Negara-negara dunia tidak bisa begitu saja ditiru oleh Negara-negara berkembang khususnya di Indonesia, maka hendaknya pemerintah Indonesia mampu menciptakan tipe perkembangan perekonomian yang lebih bagus dibanding dengan Negara-negara lain di dunia.
  1. Faktor-faktor yang mendorong perkembangan ekonomi di negara barat antara lain: Adanya penemuan-penemuan di daerah baru dan Kenaikan produktivitas di bidang pertanian. Oleh karena itu, Indonesia hendaknya juga mampu meningkatkan perkembangan ekonomi lewat kenaikan produktivitas bidang pertanian, karena Indonesia adalah Negara agraris yang memiliki lahan pertanian yang sangat luas.

DAFTAR PUSTAKA

Irawan dan Suparmoko. 2002. Ekonomika Pembangunan. Yogyakarta: BPTE Yogyakarta

Martono, Trisno. 2008. Ekonomi Pembangunan. Surakarta: UNS Press

Comments
  1. Chu says:

    I discovered your “TIPE-TIPE PERKEMBANGAN EKONOMI (MAKALAH EKONOMI PEMBANGUNAN) | kurniawanbudi04″ page and noticed you could have a lot more traffic. I have found that the key to running a website is making sure the visitors you are getting are interested in your subject matter. There is a company that you can get traffic from and they let you try it for free. I managed to get over 300 targetted visitors to day to my website. Check it out here: http://nsru.net/fdse

    • Thank you for your attention, but sorry I had been satisfied with the number of visitors to my blog because my blog is not for commercial purposes.
      Once again thank you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s