TEKNOLOGI DAN FUNGSI WIRASWASTA (MAKALAH EKONOMI PEMBANGUNAN)

Posted: 6 May 2013 in Ekonomi Pembangunan

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    LATAR BELAKANG

Teknologi dan wiraswasta adalah kata yang tidak asing lagi bagi kita, hampir setiap hari kita bersentuhan dengan teknologi dan kegiatan wiraswasta. Namun kita belum mengetahui bagaimana pengaruh tekonologi dan wiraswasta terhadap pertumbuhan ekonomi. Pengaruh teknologi begitu besar terhadap pertumbuhan ekonomi karena dengan adanya teknologi dapat menambah jumlah output, hal tersebut memang menguntungkan. Namun disisi lain dengan pertumbuhan teknologi juga dapat menimbulkan masalah, karena bisa saja tenaga manusia digantikan dengan tenaga mesin, sehinngga akan mengakibatkan terjadinga pengangguran yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian. Begitupula dengan fungsi wiraswasta, wraswasta juga berpengaruh terhadap perkembangan perekonomian di suatu negara. Dengan adanya wiraswasta mampu menimbulakan inovasi-inovasi baru guna menaikkan produktifitas, sehingga perekonomian akan mengalami kemajuan. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan wiraswasta, namun dalam kenyataannya wiraswasta di Indonesia masih sangat rendah, hal tersebut dikarenakan kurangnya motif dalam diri untuk melakukan kegiatan wiraswasta.

B.     RUMUSAN MASALAH

  1. Apakah pengertian teknologi itu?
  2. Bagaimana penyebaran teknologi tersebut?
  3. Apa saja fungsi wiraswasta?
  4. Tipe-tipe semangat wiraswasta itu apa saja?
  5. Apa saja macam inovasi itu?
  6. Apa saja motif inovasi tersebut ?
  7. Bagaimana efisiensi inovasi?
  8. Bagaimana bisa terjadi wiraswasta?
  9. Hubungan apa saja yang ada diantara wiraswasta ?
  10. Bagaimana menambah jumlah wiraswasta?

C.    TUJUAN PENULISAN

  1. Mengetahui pengertian teknologi itu
  2. Mengetahui penyebaran teknologi
  3. Mengetahui fungsi wiraswasta
  4. Memahami tipe-tipe semangat wiraswasta
  5. Mengetahui macam inovasi
  6. Mengetahui motif inovasi
  7. Mengetahui cara mengefisiensikan inovasi
  8. Mengetahui proses terjadi wiraswasta
  9. Mengetahui hubungan sosial yang ada diantara wiraswasta
  10. Mengetahui cara menambah jumlah wiraswasta.


BAB II

PEMBAHASAN

TEKNOLOGI DAN FUNGSI WIRASWASTA

 

Pengaruh teknologi dapat terlihat melalui perubahan-perubahan fungsi produksi. Hal ini merupakan salah satu unsure untuk membedakan antara Negara yang sudah maju dengan Negara yang relative kurang maju.Dalam Negara yang relative kurang maju perbedaan atau jarak anatara kemungkinan-kemungkinan teknologi dan praktek-praktek kaum pengusaha jauh lebih sedikit dari pada dinegara-negara yang kurang maju.

A.    PENGERTIAN TEKNOLOGI

Teknologi adalah suatu perubahan dalam berbagai produksi yang nampak dalam teknik produksi yang ada. Perubahan-perubahan teknik untuk pertumbuhan ekonomi yaitu setiap perubahan dalam metode produksi yang telah digunakan dalam produksi atau usaha-usaha lain. Jadi, perubahan teknologi (technological change) termasuk perubahan dalam produksi dalam suatu kegiatan tertentu yang dapat menambah dengan hasil dengan input tertentu. Perubahan teknologi dalam arti luasnya termasuk berbagai variasi dalam macam barang capital, kualitas buruh atau organisasi dari faktor-faktor produksi. Misalnya para petani menggunakan benih yang lebih baik atau mengganti bajaknya dengan traktor. Sehingga kekurangan tenaga ahli dinegara berkembang membatasi penyebaran teknolgi. Disamping itu juga terdapat kesulitan bahasa dalam menjelaskan teknik yang baru itu ataupun tidak adannya devisa untuk membeli buku-buku baru, dan sebagainya. Akumulasi pengetahuan yang akan mengembangkan kombinasi dan hubungan antara factor-faktor yang baru. Dinegara barat lainnya, kegiatan ini berpusat didepartemen-departemen yang besar bersama-sama dengan penelitian yang besar juga diawasi maupun dikoordinasi lewat badan-badan pemerintah. Di indonesia sejak Repelita II mempunyai Menteri Riset dan teknologi.

B.     PENYEBARAN TEKNOLOGI

Penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini lebih mudah dengan dari pada masa yang lalu. Kurangnya tenaga ahli dinegara berkembang membatasi penyebaran teknologi. Disamping itu juga ada kesulitan bahasa dalam menjelaskan teknik yang baru itu ataupun juga tidak mempunyai devisa untuk membeli buku-buku pengetahuan yang paling baru dn sebagainnya.

Memang sekarang ini pada umunya Negara berkembang lebih mudah untuk meniru teknologi yang lebih tinggi tingkatanya dari Negara maju. Namun, peranan riset perlu sedapat mungkin memperbaiki dan menyesuaikan dengan Negara tersebut. Saat terjadinya invensi berhubungan erat dengan keadaan ekonomi, kebudayaan serta adapt istiadat.

Meier berpendapat bahwa terjadinya invensi yang besar pada revolusi industri disebabkan karena adanya kebutuhan yang secara ekonomis menyebabkan invensi  dan karena keadaan masyarakat yang waktu itu menguntungkan buat adanya perkembangan. Dorongan ekonomis untuk mengadakan invensi dapat digolongkan sebagai keinginan untuk mengambil bagian dalam pasar yang makin luas, memecahkan persoalan produksi yang praktif dengan cara baru dan mengambil keuntungan dari perubahan dalam factor harga. Agar dapat behasil maka pemerintah maupun industri perlu mensistematiskan penelitian untuk hasil-hasil produksi dan proses invensinya. Sehingga akumulasi ilmu pengetahuan yang ada mengembangkan kombinasi dan hubungan antar factor-faktor yang baru.

C.    FUNGSI WIRASWASTA

Perkembangan ekonomi merupakan hasil penerapan teknologi, maka haruslah ada seseorang atau sekelompok orang yang berbuat untuk menerapkan kombinasi-kombinasi baru sumber-sumber produksi untuk kegiatan-kegiatan produktif. Perbuatan ini menunjukkan suatu inovasi yang disebut entrepreneurial function ( sebagai fungsi wiraswasta ). Fungsi wiraswasta dalam arti luas harus dapat diartikan dalam segala keadaan, dapat dalam keadaan masyarakat kapitalis, sosialis ataupun pembangunan ekonomi pada umumnya.

Sedangkan fungsi wiraswasta dalam arti sempit hanya terbatas dalam inovasi. Misalnnya: mengkombinasikan faktor-faktor produksi baru. Inovasi dalam tata laksana kantor atau personal juga diperlulan untuk menanggapi penggunaan  teknik tersebut, yaitu dengan menemukan perlunya suatu disiplin tertentu. Juga inovasi dalam perencanaan produksi untuk penggunaan alternative dari tenaga kerja dan kapital menggunakan alternative tenaga kerja dan capital seandainya impor barang-barang impor setengah jadi itu terganggu. Hasil yang kumulatif dalam perekonomian dari inovasi yang kecil-kecil ini akan menaikkan produktivitas dan bersama-sama penyebaranya menghadapi masalah ketidaksempurnaan pasar tidak dapat dilupakan dalam menilai atau menimbang fungsi wiraswasta tersebut.

D.    TIPE-TIPE SEMANGAT WIRASWASTA

1.      Inovating entrepreneur

Orang ini bersifat agresif dalam percobaan-percobaannya dan ingin atau tertarik pada kemungkinan untuk dapat mempraktikkan.

2.      Initiative entrepreneur

Tipe ini adalah orang-orang yang siap untuk menggunakan inovasi-inovasi yang berhasil yang ditemukan oleh innovating intrepreneur.

3.      Fabian entrepreneur

Tipe ini sifatnya penuh dengan hati-hati dan ragu-ragu yang nantinya akan meniru bila inovasi itu jelas menunjukkan sesuatu yang menguntungkan.

4.      Drone entrepreneur

Pada tipe ini,ia tidak menjalankan inovasi tetapi mengemukan sesuatu potensi dan mungkin perubahanya menjadi salah satu tipe inovasi yang lain,apabila ada dorongan yang efektif dapat ditemukan.

Banyaknya wiraswasta yang berbeda-beda tergantunng pada keadaan di negaranya masing-masing dan kebanyakan dari wiraswasta adalah imitative dan bukan innovating entrepreneur.

E.     MACAM-MACAM INOVASI

Macam inovasi dapat dibagi menjadi beberapa cara yaitu dengan cara inovasi dalam bentuk capital saving ( menghemat kapital ) dan labour saving ( menghemat tenaga kerja ). Inovasi bentuk lain ialah inovasi dari sudut permintaan dan biaya-biaya. Inovasi dari sudut pandang ini dapat berupa menekan biaya biaya produksi ( cost reducing ) dan meningkatkan permintaan ( demand increasing ). Inovasi lain selain dua inovasi tersebut adalah penggabungan dari keduanya, yaitu peningkatan permintaan dengan cara meningkatkan mutu dan cara penurunan biaya. Mengenai inovasi yang menggabungkan antara keduanya tersebut telah dijelaskan macamnya oleh SCHUMPETER, yaitu :

1. Inovasi yang berupa penurunan biaya produksi dilakukan dengan cara :

a. Memperkenalkan metode baru.

b. Menggunakan sumber bahan mentah baru.

c. Pemakaian bentuk organisasi yang lebih baik.

2. Inovasi yang berupa peningkatan permintaaan dilakaukan dengan cara :

a. pembukaan pasar baru.

b. Memperkenalkan barang baru dengan kualitas yang baik.

F.     MOTIF-MOTIF INOVASI

Penggolongan motif-motif inovasi antara lain :

1.      Motif-motif inovasi di Negara Barat

a.      Inovasi dilakukan dengan tujuan untuk mencari laba ( provit motive )

b.      Inovasi dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan organisasi.

c.       Inovasi dilakukan untuk menjaga prestise atau menjaga kedudukan.

d.      Inovasi dilakukan karena adanya tekanan dari masyarakat.

2.      Motif-motif di Uni Sovyet

Inovasi di negara Uni Sovyet timbul karena tidak adanya persaingan, selain itu usaha penjualan tidak dilakukan. Kegiatan inovasi dilakukan dan diarahkan oleh para pemimpin negara.

3.      Motif-motif di Negara sedang Berkembang

Adanya perbedaan masyarakat sedang berkembang antara satu sama lain, maka inovasi yang dilakukan pun berbeda-beda pula. Inovasi yang dilakuakan biasanya disesuaikan dengan kebudayaan dan keadaan negara masing-masing.

G.    EFISIENSI INOVASI

Pada umumnya motif yang ada dalam masyarakat diberbagai negara tidak akan menghasilkan inovasi kecuali apabila orang-orang atau golongan orang itu yakin bahwa keuntungan yang akan diperolah lebih besar atau cukup untuk menutup biayanya.

Halangan dalam menggunakan penemuan baru dapat digolongkan dalam 3 faktor

  1. Faktor ekonomis
  2. Faktor sosial budaya
  3. Adanya tekanan dari beberapa orang yang berkuasa

Ekonomi adalah hanya sekedar bagian dari keadaan dalam suatu negara dan perkembanganya ekonomi membutuhkan perbaikan-perbaikan atau perubahan-perubahan faktor-faktor produksi yang saling berhubungan.jadi mengenalkan suatu tehnik produksi baru atau baranf baru akan sia-sia apabila tidak disertai dengan perubahan faktor lain yang erat hubunganya

Beberapa prinsip yang harus diperhatikan supaya inovasi berhasil dinegara-negara sedang berkembang :

  1. Terlebih dahulu mendapatkan pengertian yang mendalam tentang sistem kebudayaan dimana perubahan akan terjadi dan kemungkinan-kemungkinan atau konsekuensi-konsekuensinya, baik fisik maupun sosial dari uinovasi yang diharapkan itu.
  2. Perkenalan inoivasi itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bukan kebutuhan orang diluar masyarakat yang bersangkutan
  3. Teknik yang baru hendaknya cocok dengan prinsip-prinsip kemasyarakatan yang ada.
  4. Penyesuaian dengan keadaan disitu harus dengan perlahan-lahan atau gradual
  5. Perlu untukmemelihara/melindungi saluran-saluran untuk kemajuan dan kepuasan dalam harapan-harapan.

H.    TERJADINYA WIRASWASTA

Banyaknya wiraswasta berhubungan erat dengan motif-motif untuk inovasi yang ada dalam masyarakat. Bila hanya sedikit saja adanya wiraswasta, ini menunjukan tidak adanya motif untuk mendorong inovasi yang menaikan jumlah produksi dan juga karena adanya kekuatan penghalang yang lebih besar. Bila tingkat tehnologi sudah maju, maka persoalanya ialah bagaimana memelihara supaya wiraswasta itu bertambah.

I.       HUBUNGAN-HUBUNGAN SOSIAL YANG ADA DI ANTARA PARA WIRASWASTA

Tiga aspek ( gatra ) dari pola hubungan social yang terdapat dinegara maju yaitu:

1.      Gatra Pengenalan ( Cognitive Aspesct )

Menunjukkan rasionalitas suatu masyarakat yaitu apakah masyarakat itu umumnya rasional atau tidak dalam penggunaan capital, tenaga kerja, dan sumber alam lainnya. Suatu masyarakat dikatakan rasional apabila untuk pengambilan keputusan itu didasarkan pada standar ilmiah kritis ( critical scientific standards ). Sedangkan yang tidak irasional adalah bila keputusan didasarakan pada kebiasaan atau kekuatan ghaib dan terlepas dari hal empiris.

2.      Gatra Keanggotaan ( Membership Aspect )

Macam-macam gatra keanggotaan antara  lain :

a. Universal

Dimana hubungannya adalah umum, universal, sejauh mana tindakan itu didasarkan pada apa yang dikerjakan oleh “orang”. Tidak peduli siapa yang mengerjakan.

b. Khusus

Misalnya pemilihan yang didasarkan pada koneksi keluarga atau politik, terlepas dari apakah orang – orang itu dapat bekerja.

3.      Gatra Batasan Substansif ( Substansive Definition Aspect )

Ada dua golongan yakni yang bersifat khusus dan yang meluas. Yang khusus ialah bila hak dan kewajiban dari hubungan itu ditentukan dan dibatasi. Misalnya dengan kontrak – kontrak kerja.

Jadi wiraswasta diharapkan dapat banyak jumlahnya bila hubungan dalam masyarakat itu adalah rasional ( obyektiv ), universal dan spesifik secara fungsional. Apabila hubungannya family itu sudah luas dan kuat maka hasil inovasi akan dibagi – bagi. Sehingga inovatornya mungkin akan menerima sedikit. Karenanya dorongan untuk inovasi akan berkurang. Hirschman mengatakan karena hubungannya semacam ini maka di Negara sedang berkembang motif untuk inovasi akan terhalang. Halangan semacam ini bisa diatasi tetapi secara perlahan – lahan. Peranan pemerintah dalam hal ini yaitu mendorong inovasi – inovasi yang akan menciptakan motif untuk menentukan tindakan selanjutnya baik dari sektor pemerintah maupun sektor swasta.

J.      BAGAIMANA MENAMBAH JUMLAH WIRASWASTA

Biasanya inovataor itu berasal dari orang yang rendah tingkatannya. Dikarenakan orang yang sudah tinggi tingkatannya, biasanya sudah puas dengan apa yang telah mereka peroleh, sehingga dorongan untuk memperbaiki hidupnya tidak ada. Schumpeter mengatakan bahwa sebenarnya “ inovasi selalu ada bersama-sama dengan timbulnya kehendak untuk naik tingkat ( status ) dari orang-orang yang baru tersebut “.

Biasanya orang-orang baru mempunyai kemampuan dan harapan untuk berinovasi tetapi kendalanya dia tidak mempunyai capital, sehingga sumber-sumber capital yang ada dapat mendorong timbulnya wiraswasta.

Tersedianya inovator dapat ditingkatkan melalui bentuk organisasi yang dipakai dalam perusahaan-perusahaan disamping pemerintah membantu menaikkan keterampilan guna diserahi tugas-tugas pimpinan.

Pemerintah dapat memegang peranan langsung maupun tidak langsung dalam memajukan wiraswasta. Land reform misalnya, merupakan dorongan bagi petani untuk bekerja lebih efisen, sebab dengan tanah senpit yang dimilikinya petani akan menggunakan tanah tersebut dengan sebaik-baiknya.

 

BAB III

PENUTUP

 

A.    KESIMPULAN

  • Teknologi adalah suatu perubahan dalam berbagai produksi yang nampak dalam teknik produksi yang ada .
  • Fungsi wiraswasta dalam arti luas harus dapat diartikan dalam segala keadaan, dapat dalam keadaan masyarakat kapitalis ,sosialis ataupun pembangunan ekonomi pada umumnya. Sedangkan fungsi wiraswasta dalam arti sempit hanya terbatas dalam inovasi.
  • Macam-macam tipe semangat wiraswasta berdasarkan atas tindakannya antara lain: Inovating entrepreneur, Initiative entrepreneur, Fabian entrepreneur, Drone entrepreneur.
  • Macam dari inovasi itu ada beberapa jenis. Dan upaya yang dilakukan dapat berupa penurunan biaya produksi dan peningkatan permintaan, dapat pula penggabungan dari keduanya.
  • Motif inovasi itu sendiri dibagi menjadi tiga penggolongan yaitu motif di negara barat, motif di Uni Sovyet, dan motif di negara sedang berkembang.
  • Dalam hubungan social yang ada diantara para wiraswasta ada tiga aspek atau gatra yatu:Gatra pengenalan, Gatra keanggotaan  ,dan Gatra batasan sustansif.
  • Bila ingin mengenalkan suatu tehnik produksi baru atau barang baru hendaknya disertai dengan perubahan faktor lain yang erat hubunganya.Agar pemakaina inovasi dapat tercapai tujuanya.
  • Bagi negara berkembang kemajuan teknologi terhalang oleh sedikitnya wiraswasta.Karena bila wiraswasta sedikit maka sedikit pula motif untuk inovasi yang sangat diperlukan dalam kemajuan tehnologi.

B.     SARAN

  • Adanya perbedaan keadaan masyarakat yang sedang berkembang menyebabkan adanya perbedaan inovasi-inovasi yang dilakukan sehingga hendaknya dalam pemilihan inovasi itu sebaiknya disesuaikan dengan keadaan dan kebudayaan negara yang bersangkutan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Irawan dan Suparmoko.2002.Ekonomika Pembangunan.Yogyakarta:BPTE Yogyakarta

Martono, trisno.2008.Ekonomi Pembangunan.Surakarta:UNS Press

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s